Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Ancaman Banjir Mengintai Kelurahan Kapas Nganjuk, Pengerukan Sungai Kapas Malah Tunggu Kemarau

Karen Wibi • Jumat, 20 Maret 2026 | 04:50 WIB

Warga Kelurahan Kapas saat menunggu banjir surut di rumahnya
Warga Kelurahan Kapas saat menunggu banjir surut di rumahnya


NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk bergerak cepat untuk mengatasi banjir yang terjadi di Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro. Salah satunya dengan akan melakukan normalisasi sungai.

Kepastian itu dikatakan langsung oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Ony Supriyono. Dia mengatakan akan segera melakukan normalisasi sungai.

“Kami akan segera melakukan normalisasi sungai. Rencananya di musim kemarau,” ujarnya kepada wartawan koran ini.

Ony menjelaskan, pasca banjir, PUPR Nganjuk langsung melakukan asesmen. Hasilnya, menurut Ony, Sungai Kapas harus segera dinormalisasi. Setidaknya ada dua alasan mengapa normalisasi harus segera dilakukan. Alasan pertama karena tanggul sungai yang sudah menipis. Sedangkan alasan kedua karena sungai sudah mengalami pendangkalan.

Rencananya normalisasi sungai akan dilakukan dalam waktu dekat. Yakni menunggu musim kemarau. Karena menurut Ony, saat ini debit sungai masih sedang tinggi.

“Normalisasi sungai akan dilakukan sepanjang 2 kilometer (km),” tambahnya sembari mengatakan normalisasi sungai akan mengambil anggaran perawatan sungai di Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, dari pantauan koran ini, sejak Selasa kemarin (17/3), warga berbodong-bondong untuk membangun tanggul sementara. Pembangunan itu terus berlanjut hingga pagi kemarin (18/3).

Pembangunan tanggul-tanggul sementara itu diikuti oleh beberapa pihak. Mulai dari Pemerintah Kelurahan Kapas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk, dan warga setempat.

“Kemarin (Selasa, Red) dan hari ini (Kemarin, Red) kami terus melakukan kerja bakti untuk pembangunan tanggul sementara,” ujar Lurah Kapas Rini Margowati.

Tanggul-tanggul itu dibangun dengan barang ala kadarnya. Salah satunya adalah sak plastik. Puluhan sak itu diisi dengan tanah yang berada di sekitar tanggul sungai yang jebol. Setelah terisi, sak akan diikat dengan rapat. Hingga selanjutnya disusun secara rapi pada tanggul sungai yang jebol.

Tentu pembangunan tanggul dengan sak hanya solusi sementara. Tujuannya agar banjir tidak kembali datang dalam waktu dekat. Sedangkan untuk solusi jangka panjang, menurut Rini, harus ada normalisasi hingga pembangunan plengsengan sungai. “Semoga segera ada solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah banjir di Kelurahan Kapas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan sejak Senin (16/3) hingga kemarin (18/3) sudah ada puluhan petugas yang berada di lokasi kejadian banjir. Setidaknya ada beberapa pekerjaan yang dikerjakan oleh petugas. Mulai dari pembersihan sampah di rumah-rumah warga dan membangun tanggul sementara. Rencananya proses pembersihan masih akan dilakukan hingga beberapa hari ke depan. “Kami juga bagikan bantuan berupa air bersih dan makanan kepada warga yang terdampak banjir,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kelurahan Kapas, Kecamatan Sukomoro kembali dilanda banjir. Banjir yang terjadi pada Senin malam (16/3) itu menyebabkan ratusan kepala keluarga (KK) terdampak. Itu karena ada ratusan rumah yang terendam banjir. Selain itu, saat kejadian, ada tiga KK yang harus diungsikan. Penyebabnya karena banjir yang sudah melebihi tinggi satu meter.

Diketahui banjir yang terjadi di Kelurahan Kapas adalah masalah yang belum teratasi sejak belasan tahun lalu. Karena setiap tahunnya Kelurahan Kapas selalu terdampak banjir. Bahkan banjir di Kelurahan Kapas sempat merenggut satu korban jiwa di tahun lalu.

Editor : rekian
#Kelurahan Kapas #pengerukan sungai #banjir #nganjuk #Kabupaten Nganjuk #kemarau #dinas pekerjaan umum dan penataan ruang