Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Update Cuaca: Akhir Maret Masih Dibayangi Hujan Menengah, BPBD Nganjuk Imbau Warga Tetap Waspada Bencana

rekian • Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:40 WIB

ILUSTRASI: Iklim Dasarian III
ILUSTRASI: Iklim Dasarian III

NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Kabupaten Nganjuk nampaknya masih belum bisa menyimpan jas hujan dan payung mereka dalam waktu dekat. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprediksi curah hujan di sebagian besar wilayah Jatim, termasuk Nganjuk, masih cukup intens hingga akhir Maret 2026.

Kondisi cuaca ini menjadi perhatian serius bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk. Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Nganjuk, Purwo Hadi Setiyo Wicaksono, meminta masyarakat untuk tidak lengah dan tetap mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, maupun angin kencang.

"Berdasarkan pantauan pos hujan dan rilis resmi BMKG yang baru saja kami terima, cuaca di wilayah kita masih dinamis. Kewaspadaan masyarakat tidak boleh kendor," tegas pria yang akrab disapa Wicaksono tersebut kepada wartawan koran ini, kemarin.

Wicaksono memaparkan, merujuk pada Update Peta Monitoring BMKG, Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di wilayah Jawa Timur pada umumnya masih berada pada kriteria "Masih ada Hujan s/d Updating" hingga kriteria "Sangat Pendek".

Kekeringan atau kriteria HTH "Menengah" tercatat hanya terjadi di sebagian kecil Kabupaten Sampang dan Sumenep, Madura.

Sementara itu, untuk distribusi curah hujan pada Dasarian II (pertengahan) Maret 2026 ini, terpantau sangat bervariasi mulai dari kriteria rendah hingga tinggi.

Yang patut digarisbawahi, lanjut Wicaksono, adalah proyeksi cuaca untuk akhir bulan ini. Berdasarkan prediksi deterministik BMKG untuk Dasarian III Maret 2026, curah hujan di Provinsi Jawa Timur pada umumnya berada di kriteria "Menengah", yakni di angka 51 hingga 150 milimeter (mm).

"Peluang atau probabilitas terjadinya hujan menengah ini cukup tinggi, yaitu lebih dari 60 persen. Artinya, potensi turunnya hujan di wilayah Nganjuk hingga penghujung Maret nanti masih sangat terbuka lebar," papar Wicaksono mengutip data dari staklim-jatim.bmkg.go.id.

Merespons prediksi cuaca tersebut, BPBD Nganjuk memastikan tim kedaruratan dan ketersediaan logistik dalam kondisi siap siaga (standby). Kendati demikian, mitigasi dari tingkat masyarakat dinilai paling krusial.

Wicaksono secara khusus mengimbau warga Kota Angin terutama yang bermukim di bantaran sungai maupun di kawasan perbukitan lereng Gunung Wilis, untuk meningkatkan ronda lingkungan saat hujan turun lebih dari dua jam.

"Pastikan saluran air tidak tersumbat sampah dan pangkas dahan pohon yang rawan patah. Jika melihat rekahan tanah atau debit air sungai naik drastis, segera evakuasi mandiri dan laporkan ke perangkat desa atau langsung ke posko BPBD. Keselamatan nyawa adalah prioritas," pungkas Wicaksono. 

Editor : rekian
#bmkg #bpbd nganjuk #musim hujan #bmkg jatim #cuaca #Waspada bencana banjir