NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Juanda merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya pada hari ini, Minggu (22/3). Berdasarkan data tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan disertai petir yang dapat terjadi sepanjang hari.
Menurut pembaruan data BMKG pada pukul 03.48 WIB, dinamika cuaca hari ini cukup bervariasi. Pada pagi hari, cuaca diprakirakan cerah berawan namun menyimpan peluang terjadinya hujan petir. Memasuki siang hingga sore hari, kondisi langit akan cenderung berawan dengan peluang turunnya hujan berintensitas sedang.
Potensi cuaca ekstrem belum berakhir saat matahari terbenam. Pada malam hari, cuaca kembali diprakirakan cerah berawan namun dengan peluang kembali terjadinya hujan petir. Sementara pada dini hari, kondisi diprakirakan cerah berawan dengan peluang hujan ringan.
Selain itu, BMKG mencatat suhu udara hari ini berada pada rentang yang cukup lebar, yakni antara 13 hingga 32 °C, dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi mencapai 55 - 100 persen. Angin terpantau bertiup dari arah Barat Laut dengan kecepatan bervariasi antara 5 hingga 27 km/jam.
Menyikapi prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk langsung menyiagakan personel dan memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setiyo Wicaksono, meminta seluruh warga, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, untuk tidak lengah.
"Melihat rilis resmi dari BMKG Juanda hari ini, potensi hujan petir mengintai dari pagi hingga malam hari. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat Nganjuk untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan," ujar pria yang akrab disapa Wicaksono tersebut, Minggu (22/3).
Wicaksono menambahkan, kondisi hujan dengan intensitas sedang hingga hujan petir berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Ia mengingatkan warga untuk mewaspadai ancaman banjir genangan di kawasan perkotaan, tanah longsor di wilayah perbukitan seperti lereng Gunung Wilis, serta bahaya pohon atau baliho tumbang akibat angin kencang.
Sebagai langkah antisipasi dari sisi kedaruratan, BPBD Nganjuk telah memastikan kesiapan personel dan peralatan. "Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD selalu standby 24 jam. Kami di bidang logistik dan kedaruratan juga sudah memastikan ketersediaan bantuan logistik jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kami meminta masyarakat agar segera melapor ke perangkat desa atau langsung menghubungi posko BPBD jika terjadi kondisi darurat di wilayahnya," tegas Wicaksono.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan menghindari berteduh di bawah pohon rindang saat hujan disertai angin dan petir terjadi.Sumber data cuaca: Prakirawan BMKG Juanda.
Editor : rekian