RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM – Kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya diprediksi akan mengalami fluktuasi pada akhir pekan ini. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh BMKG Juanda, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ringan yang diperkirakan bakal mengguyur merata sejak pagi hingga dini hari pada Sabtu (4/4/2026).
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Purwo Hadi Setiyo Wicaksono, mengungkapkan bahwa prakiraan cuaca menunjukkan tren yang dinamis. Meskipun pada pagi hari cuaca diprediksi cenderung cerah, namun peluang terjadinya hujan ringan tetap terbuka lebar. Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga siang dan sore hari dengan status cerah berawan yang diselingi rintik hujan.
Pria yang akrab disapa Wicaksono tersebut menjelaskan bahwa memasuki malam hari, langit Nganjuk diprediksi akan mulai tertutup awan tebal. Potensi hujan ringan pun masih menghantui hingga dini hari. Menurutnya, perubahan cuaca yang tidak menentu ini merupakan karakteristik peralihan musim yang perlu diantisipasi oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.
Berdasarkan data meteorologi, suhu udara di wilayah Jawa Timur hari ini berada pada rentang yang cukup lebar, yakni antara 13 hingga 33 derajat Celsius. Tingkat kelembapan udara pun terpantau cukup tinggi, menyentuh angka 49 hingga 100 persen. Hal ini menandakan adanya kandungan uap air yang jenuh di atmosfer, yang memicu terbentuknya awan-awan hujan di beberapa titik.
Wicaksono juga menyoroti pergerakan angin yang bertiup dari arah Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 28 kilometer per jam. Meski kecepatan angin terpantau masih dalam kategori normal, BPBD tetap mengimbau warga untuk berhati-hati terhadap potensi dahan pohon yang lapuk atau baliho yang kondisinya kurang kokoh saat tertiup angin kencang yang menyertai hujan.
Pihak BPBD Kabupaten Nganjuk memastikan akan terus melakukan pemantauan secara real-time terhadap perkembangan cuaca melalui sistem koordinasi dengan BMKG Juanda. Masyarakat juga disarankan untuk secara mandiri memantau informasi cuaca resmi melalui kanal digital guna menghindari informasi hoaks terkait kebencanaan.
Dengan kondisi suhu yang cukup terik di siang hari namun berpotensi hujan di sore hari, Wicaksono berpesan agar warga menjaga kondisi kesehatan tubuh. Penurunan suhu yang cukup drastis serta tingkat kelembapan yang tinggi seringkali memicu munculnya berbagai penyakit musiman. BPBD berharap dengan kewaspadaan dini, risiko bencana maupun gangguan kesehatan akibat cuaca ekstrem dapat diminimalkan.