Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

BPKAD Akan Lelang Lagi Ambulans Rosok

Novanda Nirwana • Selasa, 14 April 2026 | 21:22 WIB
Ambulans yang tidak laku dilelang masih terparkir di halaman gudang BPKAD Kabupaten Nganjuk
Ambulans yang tidak laku dilelang masih terparkir di halaman gudang BPKAD Kabupaten Nganjuk

 

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Gagal terjualnya satu unit ambulans milik RSUD Nganjuk dalam lelang aset daerah menjadi perhatian tersendiri. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menyebut, minimnya minat yang sesuai menjadi penyebab utama kendaraan tersebut tidak laku.

Dalam lelang yang digelar secara terbuka melalui KPKNL Madiun, ambulans itu sebelumnya dipatok dengan nilai limit Rp 70,5 juta. Namun hingga penutupan penawaran, tidak ada peserta yang mengajukan penawaran untuk kendaraan tersebut.

Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD Nganjuk Samsul Hadi menjelaskan, kondisi tersebut bukan berarti ambulans sulit dijual. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kendaraan eks layanan kesehatan justru kerap diminati. “Belum ada peminat yang cocok. Biasanya juga laku,” ujarnya.

Karakteristik ambulans yang memiliki fungsi khusus menjadi salah satu faktor pembeda dibanding kendaraan dinas biasa. Tidak semua peserta lelang membutuhkan kendaraan dengan spesifikasi tersebut, sehingga pasar pembelinya lebih terbatas.

Meski belum laku, BPKAD memastikan unit ambulans tersebut tidak akan dibiarkan terlalu lama. Pihaknya telah menyiapkan langkah lanjutan dengan memasukkan kembali aset tersebut dalam rencana lelang tahap berikutnya.

Namun, hingga saat ini prosesnya masih dalam tahap pembahasan internal. BPKAD masih menunggu hasil diskusi tim untuk menentukan waktu pelaksanaan hingga skema lelang selanjutnya. “Masih dikonsep. Nunggu hasil diskusi dengan tim,” jelas Samsul.

Terkait kemungkinan penyesuaian harga, pihaknya juga belum mengambil keputusan. Opsi tersebut masih akan dikaji, termasuk mempertimbangkan kondisi pasar dan minat calon peserta lelang. “Belum, nanti kita bahas dulu,” ujar Samsul.

Perlu diketahui, dalam lelang aset daerah sebelumnya, BPKAD melepas lima unit kendaraan dinas yang terdiri dari satu ambulans dan empat sepeda motor, serta satu paket scrap berisi berbagai aset rusak berat, termasuk seperangkat gamelan. Sejumlah item bahkan terjual di atas nilai limit, dengan salah satu kendaraan mencapai Rp 94,8 juta.

Samsul berharap, melalui evaluasi yang dilakukan, seluruh aset yang belum terjual dapat terserap pasar pada lelang berikutnya. Selain mengurangi beban penyimpanan, hasil lelang juga diharapkan mampu menambah pemasukan bagi kas daerah secara optimal. (nov/tyo)

Editor : rekian
#lelang ambulans #tidak laku #BPKAD Nganjuk