NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Warga Nganjuk diminta lebih berhati-hati menghadapi perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan. Meski secara klimatologis mulai memasuki musim kemarau, potensi hujan masih cukup tinggi hingga sepekan mendatang.
Sejak 21 April, gangguan atmosfer berupa Madden–Julian Oscillation (MJO) terpantau melintas di Pulau Jawa. Dampaknya, wilayah Nganjuk berpotensi mengalami peningkatan curah hujan hingga sekitar 27 April mendatang.
Pengamat Meteorologi dan Geofisika Madya BMKG Sawahan Nganjuk Setyaris menjelaskan, menjelaskan bahwa aktivitas MJO mendorong pertumbuhan awan hujan. Kondisi tersebut diperkuat oleh pengaruh gelombang Equatorial Rossby di Samudera Hindia selatan Jawa yang turut meningkatkan aktivitas atmosfer.
“Mulai kemarin hingga satu minggu ke depan, potensi hujan di wilayah Nganjuk masih cukup tinggi. Namun sifatnya lokal, tidak merata, dengan intensitas sedang hingga lebat,” jelasnya.
Selain itu, suplai massa udara basah dari Samudera Pasifik ikut menambah kandungan uap air di atmosfer. Di sisi lain, munculnya pusat tekanan rendah di selatan Jawa memicu terbentuknya belokan angin (shearline) yang memperkuat konvergensi udara dan memperbesar peluang hujan.
Meski tidak terjadi secara terus-menerus, hujan yang turun berpotensi disertai intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat. Kondisi ini dinilai cukup berisiko, terutama bagi wilayah rawan genangan dan aktivitas masyarakat di luar ruangan.
“Walaupun bukan puncak musim hujan, dinamika atmosfer saat ini masih cukup aktif. Jadi masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” imbuh Yaris.
Dengan kondisi tersebut, warga diimbau untuk selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan mengantisipasi potensi dampak seperti genangan air, jalan licin, hingga gangguan aktivitas harian.
Editor : rekian