NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Harga sapi untuk kurban di Kabupaten Nganjuk melonjak. Jika sebelumnya harga satu ekor sapi jantan Rp 21 juta, kemarin harganya di atas Rp 23 juta per ekor. Kenaikan harga ini karena Hari Raya Idul Adha sebentar lagi. Tingginya permintaan hewan kurban membuat kandang-kandang peternak diserbu pembeli sejak jauh hari. Bahkan, kenaikan harga tahun ini disebut paling terasa dibanding tahun sebelumnya.
Salah satu peternak sapi, Ahmad Mursyid mengungkapkan bahwa pesanan sapi kurban mulai ramai sejak April lalu. Hingga pertengahan Mei, pembeli terus berdatangan langsung ke kandangnya untuk memilih ternak.
“Dari bulan April sudah banyak yang memesan,” ujarnya.
Menurut peternak asal Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret itu, pembeli tak hanya datang dari Nganjuk saja. Banyak juga yang dari luar kota. Mulai dari Madiun, Surabaya, Sidoarjo hingga Gresik.
Ramainya pembeli berdampak langsung terhadap harga jual sapi di pasaran.
Ahmad menyebut kenaikan harga tahun ini cukup signifikan. Untuk satu ekor sapi, kenaikannya bisa mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta dibanding harga tahun lalu.
“Kalau sekarang memang naik cukup tinggi dibanding tahun kemarin,” katanya.
Ahmad menjelaskan, semakin mendekati Idul Adha, permintaan diperkirakan akan terus meningkat.
Saat ini aktivitas di kandang ternak juga mulai padat. Hampir setiap hari ada calon pembeli yang datang melihat stok sapi.
Meski harga naik cukup tinggi, minat masyarakat membeli sapi kurban tidak mengalami penurunan signifikan. Banyak pembeli memilih memesan lebih awal untuk menghindari kenaikan harga yang biasanya terjadi mendekati hari pelaksanaan kurban.
"Setiap tahun pembelinya meningkat meskipun harga ikut naik," pungkasnya. (nov/tyo)