Pelanggaran Lalu Lintas Paling Dominan di Nganjuk
Kesadaran pengendara motor di Nganjuk untuk tertib berlalu lintas masih rendah. Terbukti, angka pelanggaran lalu lintas mencapai ratusan dalam setiap operasi. Ironisnya, ratusan pelanggaran itu terjadi karena pengendara motor tidak memakai helm.
Dalam lima bulan terakhir, angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Nganjuk mencapai 706 kejadian. Dari jumlah tersebut, banyak korban diketahui tidak memakai helm saat kecelakaan terjadi.
Pantauan di lapangan, banyak warga yang memilih tidak memakai helm dengan berbagai alasan. Salah satunya karena jarak perjalanan yang dekat.
Salah satu pengendara motor Nurhamsyah mengaku tidak memakai helm saat mengendarai motor. “Kalau dekat biasanya tidak pakai helm. Misalnya cuma ke warung atau ke tempat yang dekat, rasanya lebih praktis tanpa helm,” ujarnya.
Bapak satu anak ini mengaku tidak nyaman memakai helm. “Rasanya gerah kalau pakai helm,” dalihnya.
Pengendara lainnya, Eryanto juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, sebagian warga masih menganggap helm hanya dilakukan ketika perjalanan jauh atau luar kota. “Sudah kebiasaan tidak pakai helm kemana-mana, jadi kalau pakai malah rasanya aneh,” ungkapnya.
Kesadaran menggunakan helm warga Nganjuk dinilai perlu terus ditingkatkan agar keselamatan berkendara menjadi budaya di masyarakat. Sebab perlengkapan sederhana tersebut dapat menjadi pelindung utama ketika terjadi benturan di jalan.
Terpisah, Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir mengatakan, salah satu hal yang menjadi perhatian dari tingginya angka laka lantas adalah masih banyak pengendara maupun korban kecelakaan yang tidak menggunakan helm. “Dari evaluasi kejadian laka, banyak korban yang tidak menggunakan helm. Memang tidak memakai helm bukan penyebab kecelakaan, tetapi ketika terjadi kecelakaan, dampaknya bisa lebih fatal,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan helm harus dipahami sebagai kebutuhan keselamatan, bukan sekadar untuk menghindari penindakan dari petugas. (nov/tyo)
Editor : rekian