Empat Kecamatan di Nganjuk Berpotensi Dilanda Kekeringan, BPBD Siapkan Tangki Air Bersih
Miko• Rabu, 8 Juli 2026 | 17:10 WIB
ilustrasi kekeringan saat puncak musim kemarau. Tangki air bersih dan tandon darurat telah disiapkan BPBD
NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Kekeringan mulai mengancam sebagian wilayah Kabupaten Nganjuk. Karena saat ini, musim kemarau terjadi. Diprediksi, saat puncak musim kemarau, terdapat empat wilayah di Kabupaten Nganjuk yang akan mengalami kekeringan. “Kecamatan Ngluyu, Lengkong, Jatikalen, dan Pace rawan mengalami kekeringan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo.
Prediksi itu setelah BPBD melakukan asesmen. Menurut Sutomo, ada beberapa penyebab empat kecamatan tersebut rawan mengalami kekeringan. Untuk Ngluyu, Lengkong, dan Jatikalen, kekeringan terjadi karena kondisi tanahnya. Diketahui kondisi tanah di tiga kecamatan tersebut condong ke tanah yang terbuat dari batu kapur. Akibatnya, tanah tidak bisa melakukan penyimpanan air dengan baik.
Sedangkan di Kecamatan Pace, ada beberapa daerah yang berada di dataran tinggi. Kondisi tersebut yang membuat air sulit keluar pada sumur bor milik warga. “Air baru akan keluar jika sumur sudah benar-benar dalam,” tambahnya.
Lalu apa yang akan dilakukan oleh BPBD Nganjuk untuk mengatasi masalah kekeringan tersebut? Menanggapi pertanyaan itu, Sutomo mengatakan, pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk mengatasi kekeringan. Salah satunya dengan menyediakan logistik air bersih di titik rawan kekeringan. Logistik tersebut meliputi armada truk tangki, tandon air darurat, serta jirigen yang siap digunakan.
Nantinya tandon-tandon air darurat tersebut akan dipasang di beberapa desa yang mengalami kekeringan. Setiap harinya petugas dari BPBD Nganjuk akan mengisi tandon air tersebut. “Namun harapan kami semoga tidak ada kekeringan di Nganjuk,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Iwan Setiawan mengatakan Kabupaten Nganjuk sudah memasuki musim kemarau sejak beberapa minggu yang lalu. Saat ini, Nganjuk sedang menuju ke puncak musim kemarau. “Puncak musim kemarau akan berlangsung antara Agustus hingga September,” ujarnya.
Selama puncak musim kemarau, Iwan mengatakan, potensi kekeringan akan meningkat. Terlebih di beberapa daerah yang sudah dipetakan oleh BPBD Nganjuk. Oleh karena itu, Iwan mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih. Terlebih bagi masyarakat yang berada di daerah rawan kekeringan. “Beruntung peningkatan suhu tidak akan terjadi terlalu parah karena ada angin muson dari Australia,” imbuhnya. (wib/tyo)