Kisah Hafidzah Fatimah Nur Fadilah yang Terkena Tumor Parotis
NAMA Fatimah Nur Fadilah mungkin tak asing di kalangan pesantren Al-Khoiriyah di Kota Sukabumi. Santri asal Kelurahan Kartoharjo, Kecamatan Nganjuk itu dikenal sebagai hafidzah.
Di usia 11 tahun, saat masih duduk di bangku kelas 5 SD, dia sudah menuntaskan hafalan 30 juz Alquran. Tak berhenti di situ, Fatimah juga menyelesaikan hafalan tafsir dan arti saat menyelesaikan pendidikan SMA. Namun kini, gadis berprestasi itu harus menunda cita-citanya.
Tumor parotis yang menggerogoti tubuhnya membuatnya harus pulang ke kampung halaman dan menjalani perawatan. “Harusnya sekarang dia pengabdian di pondok. Tapi karena sakit, pihak pondok menyarankan untuk pulang dulu,” ujar sang kakak, Binti Mukaromah, 35.
Prestasi Fatimah tak hanya di pondok. Dia kerap mewakili pondok dan daerah dalam lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Salah satu pencapaian tertingginya adalah saat berhasil meraih juara 3 MTQ tingkat nasional, mewakili Kota Bandung. “Dia juga sering ikut lomba,” ungkap Binti.
Fatimah adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Dia ditinggal sang ayah sejak masih dalam kandungan dua bulan. Sejak kecil tumbuh dalam bimbingan ibunya dan dua kakaknya. Meski dibesarkan tanpa sosok ayah, Fatimah tumbuh menjadi pribadi mandiri dan religius.
Fatimah memiliki keinginan yang sederhana. Yakni kuliah jurusan sastra. Seperti teman-teman satu angkatannya. Namun harapan itu harus ditahan sementara waktu. Sejak didiagnosis menderita tumor parotis dan menjalani tiga kali operasi, kesehatannya semakin menurun. (nov/wib)
Editor : Miko