MULTITALENTA: Dewi Meyzahra Arobiah jadi pengusaha muda, atlet, dan MUA profesional.
Dewi Meyzahra Arobiah, Anak Muda Kota Angin yang Multitalenta
Namanya adalah Dewi Meyzahra Arobiah. Perempuan asal Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom itu dapat disebut sebagai perempuan yang berbakat. Bagaimana tidak, di usianya yang masih 20 tahun, Dewi sudah sukses di banyak bidang. Mulai dari menjadi pengusaha, atlet, model, hingga make up artist (MUA).
Dewi Meyzahra Arobiah mungkin masih sangat muda secara usia. Tahun ini dirinya baru berusia 20 tahun. Meski masih muda, Dewi sudah memiliki banyak sekali pengalaman. Mulai dari menjadi pengusaha, atlet, model, hingga make up artist (MUA).
Ya, benar. Semuanya itu dilakukan oleh perempuan asal Desa Malangsari, Kecamatan Tanjunganom secara bebarengan. Lebih spesialnya lagi, keempat hal itu dapat dilakukan oleh Dewi dengan sangat mulus. “Saya memang sudah sangat aktif sejak kecil,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Dari keempat hal itu, Dewi menyebut dirinya paling bangga ketika menjadi pengusaha. Bagaimana tidak, usahanya itu benar-benar dirintis dari nol. Namun diketahui bisnisnya itu bermula dari sebuah ketidaksengajaan. Kala itu, saat masih kelas 1 SMP, Dewi bertemu dengan seorang teman yang memiliki masalah kulit. Berbekal dari pengalaman pribadi, Dewi lalu mencoba membuat obat herbal untuk temannya. Tak diduga obat tersebut manjur. Temannya sembuh.
Hal itu lalu membuat Dewi percaya diri. Hingga akhirnya dia melanjutkan pendidikan di dunia farmasi. Dia melanjutkan bersekolah di SMK Satria Bhakti Nganjuk. “Saya ingin menggeluti dunia skincare dan bodycare. Makannya saya sekolah di farmasi,” tambahnya.
Jalan yang dipilih oleh Dewi ternyata mengantarkannya ke dunia yang lebih luas. Karena di kelas XI SMK, dia berhasil menciptakan sebuah produk bodycare. Produknya itu diberi nama Mey Glow.
Sejak saat itu Dewi mulai menjual produknya. Tak diduga produk herbal itu laris manis di pasaran. Banyak yang membeli. Bahkan, hingga usianya 20 tahun, produk tersebut masih terus laris di pasaran. Dalam satu bulannya dia bisa menjual produknya mulai dari 50 hingga 100 produk. “Harganya juga tergolong murah. Mulai dari Rp 15 ribu, Rp 35 ribu, hingga Rp 50 ribu,” imbuhnya sembari mengatakan proses pemasaran dilakukan secara offline dan online. (wib/tyo)