MENJADI siswi berprestasi bukanlah hal yang mudah. Banyak tantangan yang harus dilalui oleh Anisa Nur Aditris. Salah satunya adalah membagi waktu antara belajar dan berlatih taekwondo. “Kalau mau ada lomba taekwondo, Senin sampai Sabtu latihan terus. Minggu baru ada waktu luang buat belajar,” kata Anisa.
Bahkan, menjelang kejuaraan, dia rela latihan pagi sebelum berangkat sekolah. Lalu dilanjutkan sore hingga malam. Setelah itu, dia masih harus mengerjakan PR sebelum tidur larut malam. “Kadang baru tidur jam 11 atau 12 malam,” tambahnya.
Meski begitu, dukungan orang tua jadi penyemangat. Tantangan terbesar menurut Anisa adalah membagi waktu. Apalagi kini dia sudah menginjak kelas 12 yang penuh persiapan menuju kelulusan dan perguruan tinggi. “Jadi harus pintar-pintar membagi waktu antara sekolah sama latihan,” ujarnya.
Selain itu, pola makan juga menjadi tantangan tersendiri. Menjelang lomba, dia harus menjalani diet ketat dan mengurangi makanan favoritnya. “Suka makan pedas, tapi kalau sebelum lomba itu dikurangin. Harus lari, diet, makan juga dibatasi,” ungkapnya.
Dalam waktu dekat, Anisa akan mengikuti kejuaraan taekwondo tingkat provinsi di Malang bulan depan. Tiga bulan berikutnya, ia dijadwalkan tampil di ajang internasional.
Bagi Anisa, semua pengorbanan itu sepadan dengan hasil yang sudah diraihnya. Ia membuktikan bahwa prestasi lahir dari kerja keras, kedisiplinan, dan dukungan keluarga. (nov/wib)
Editor : Miko