Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Inilah Fakta Menarik Candi Lor yang Menjadi Simbol Hari Jadi Nganjuk

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 25 November 2024 | 18:51 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Candi Lor merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang terletak di Desa Candirejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Candi Lor juga dikenal sebagai Candi Boto oleh masyarakat setempat karena bangunan candinya terbuat dari bata merah. Keberadaan candi ini menyimpan banyak kisah dan keunikan yang menarik untuk ditelusuri.

 

Sejarah Candi Lor

 

Nganjuk, yang dikenal sebagai Kota Angin, dahulu bernama Anjuk Ladang yang berarti “tanah kemenangan” pada zaman Kerajaan Medang. Candi Lor dibangun sebagai tugu peringatan atas jasa masyarakat Anjuk Ladang dalam membantu Mpu Sindok mengalahkan pasukan Melayu. Candi ini pun diyakini sebagai monumen atau tugu peringatan awal mula berdirinya Kabupaten Nganjuk.

Tanggal pendirian Candi Lor oleh Raja Mpu Sindok ini juga menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Nganjuk yang diperingati setiap tanggal 10 April. Hal tersebut berdasarkan pada Prasasti Candi Lor yang menunjukkan angka tahun 859 Saka atau sekitar tanggal 10 April 937 Masehi.

 

Kondisi Candi Lor Saat Ini

 

Hal yang paling mencolok dalam candi ini adalah pohon kepuh raksasa tumbuh di tengah candi yang berusia ratusan tahun, dengan akar-akarnya yang menjalar dan mencengkeram kuat bagian-bagian candi. Selain itu, terdapat dua candi pengiring di depan candi utama, yang kondisinya sayangnya memprihatinkan serupa dengan candi utama. Meski mengalami pengikisan akibat usia dan cuaca, Candi Lor tetap dilestarikan oleh masyarakat dan pemerintah setempat.

Di area candi juga terdapat makan Eyang Kerto dan Eyang Kerti, sepasang suami istri yang menjadi abdi kinasih Mpu Sindok. Menurut informasi dari Museum Online Kabupaten Nganjuk, mereka ditugaskan untuk menjaga dan merawat Candi Lor.

 

Mengunjungi Candi Lor

 

Lokasi candi ini mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Untuk pengunjung yang ingin menikmati candi dan suasana sekitar yang tenang dan asri, pengunjung tidak dipungut biaya masuk.

Petugas yang ada di lokasi juga akan memberikan informasi jika pengunjung ingin mengenal lebih dalam tentang keunikan candi ini. Namun, pengunjung juga diharapkan menjaga kebersihan dan menghormati situs bersejarah ini.

Editor : Redaksi Radar Nganjuk