NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Bagi warga Nganjuk, menikmati nasi pecel adalah aktivitas sehari-hari. Penjual nasi pecel dengan mudah ditemui di berbagai sudut Nganjuk.
Pagi, siang, sore, bahkan malam. Dengan mudah penjual nasi pecel dapat ditemui di Kota Angin ini.
Dari sekian banyak penjual, biasanya mereka memiliki langganan masing-masing. Biasanya karena faktor sambal kacangnya yang menjadi alasan utama menjadikan langganan.
Menurut orang luar Nganjuk, pecel di Kota Angin ini berbeda dengan daerah lain. Sambal kacangnya tidak terlalu manis.
Ada unsur taste gurih. Selain itu, sambal kacangnya juga cenderung sedikit pedas.
Namun, ada penjual yang sengaja menciptakan sambal kacang yang sangat pedas. Bagi yang menikmati, pedasnya bisa sampai membuat telinga berdengung bak mendengar petir yang menggelegar.
Karena keunikan itu, masyarakat menyebut nasi pecel ini dengan sebutan 'bledek'. Bledek dalam Bahasa Indonesia berarti petir.
Menikmati Nasi Pecel Bledek seolah tersambar petir. Pedasnya tidak tanggung-tanggung.
Dengan kepedasan itu pula yang menjadikan nasi pecel ini selalu laris manis setiap hari. Lokasi berjualannya di sisi timur Gedung Juang 45 Nganjuk selalu ramai pembeli.
Bahkan nasi pecel ini dijuluki khas Nganjuk. Karena konon tidak ada di tempat lain.
Atau hanya ada satu-satunya di Nganjuk.
Nasi pecel ini buka pagi dan malam hari. Biasanya pembeli suka menambah lauk tempe atau tahu goreng sebagai pelengkap.
Lebih nikmat lagi dengan gurihnya rempeyek teri sebagai pelengkap. Disajikan dengan berbagai sayur di atasnya.
Harga yang murah meriah juga menjadi nilai tambah. Makan nikmat namun tidak bikin kantong jebol.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira