JP Radar Nganjuk – Dunia kopi punya banyak varian yang bisa membingungkan, terutama bagi para pemula.
Dua di antaranya yang cukup populer adalah frappe dan latte.
Sekilas mirip karena sama-sama berbahan dasar kopi dan sering dijual di kafe-kafe kekinian.
Tapi, ternyata keduanya punya perbedaan yang cukup mencolok.
Frappe berasal dari Yunani. Minuman ini dibuat dengan mencampurkan kopi instan, air dingin, gula, dan es batu yang kemudian dikocok hingga berbusa.
Tak jarang, beberapa varian frappe juga ditambahkan susu atau whipped cream di atasnya.
Rasanya manis dan menyegarkan, cocok dinikmati saat cuaca panas.
Sementara itu, latte yang punya nama lengkap caffè latte, berasal dari Italia.
Latte terbuat dari satu atau dua shot espresso yang dicampur dengan susu panas dan ditambahkan lapisan tipis buih susu di atasnya.
Latte biasanya disajikan hangat, tapi versi dinginnya juga mulai banyak digemari.
Frappe punya tekstur yang lebih kental, mirip milkshake.
Rasanya dominan manis karena campuran gula dan topping seperti sirup atau krim.
Sementara itu, latte punya tekstur lebih lembut dan creamy, dengan rasa kopi yang lebih terasa, meski tetap ringan berkat campuran susu.
Meski sama-sama mengandung kafein, kadar kafein dalam kedua minuman ini bisa berbeda.
Frappe menggunakan kopi instan, jadi jumlah kafeinnya bisa berkisar antara 65–125 mg per sajian.
Sedangkan latte, tergantung jumlah shot espresso, biasanya mengandung sekitar 63–150 mg kafein.
Soal kalori, frappe cenderung lebih tinggi karena menggunakan banyak gula dan topping manis.
Sementara latte relatif lebih rendah kalori, apalagi jika menggunakan susu rendah lemak atau susu nabati.
Dari segi harga, keduanya bisa bervariasi tergantung tempat dan bahan yang digunakan, tapi latte umumnya sedikit lebih terjangkau.
Penulis: Effa Desiana Hidayah
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira