JP Radar Nganjuk - Namanya memang bikin kaget: Kerupuk Upil. Tapi jangan salah, camilan khas Nganjuk ini justru jadi incaran banyak orang, terutama penggemar jajanan tradisional yang gurih, renyah, dan murah meriah!
Asal-Usul Nama yang Nyeleneh
Kerupuk Upil mendapat namanya bukan karena bahan atau bentuknya yang aneh, tapi karena ukuran kerupuknya yang sangat kecil-kecil.
Dalam bahasa lokal, saking kecilnya, orang menyebutnya "upil". Nama ini pun melekat sampai sekarang dan malah bikin penasaran.
Baca Juga: Sambel Pecel: Oleh-Oleh Wajib Dibawa Pulang dari Kota Angin
Cita Rasa Gurih Renyah Tiada Tanding
Meski bentuknya kecil, soal rasa jangan dianggap remeh. Kerupuk ini dibuat dari adonan tepung tapioka, dicampur bumbu gurih, lalu dijemur dan digoreng hingga kering.
Teksturnya super renyah dan pas banget untuk teman makan soto, nasi pecel, atau bahkan jadi camilan santai saat nonton TV.
Beberapa varian juga menambahkan rasa pedas atau bawang, yang bikin sensasi makan kerupuk makin seru dan menggoda.
Dijual di Pasar hingga Toko Oleh-Oleh
Kerupuk Upil mudah ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Wage, Pasar Nganjuk Kota, atau toko oleh-oleh khas di pinggir jalan.
Harganya ramah di kantong, mulai dari Rp5.000 per bungkus, tergantung ukuran dan rasa.
Biasanya dijual dalam kemasan plastik bening ukuran 250–500 gram, praktis untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh atau stok camilan di rumah.
Cocok Jadi Oleh-Oleh Khas Nganjuk
Kalau kamu bingung cari oleh-oleh unik dari Nganjuk, Kerupuk Upil bisa jadi pilihan yang menarik. Nama uniknya saja sudah bikin orang penasaran, apalagi rasanya yang bikin ketagihan.
Baca Juga: 7 Oleh-Oleh Khas Nganjuk yang Wajib Dibawa Pulang: Unik, Enak, dan Penuh Cita Rasa Lokal
Jangan nilai dari namanya, Kerupuk Upil adalah bukti bahwa jajanan tradisional bisa tetap eksis dan dicintai karena kelezatan dan keunikannya. Kalau ke Nganjuk, wajib coba dan bawa pulang kerupuk ini, ya!
Editor : Miko