JP Radar Nganjuk - Siomay satu ini cocok untuk disantap ketika akhir bulan. Kenapa tidak ? Sebab harganya yang murah meriah. Satu porsinya saja bisa dibeli mulai Rp 5000 saja. Tempat jualan siomay ini berada di Jalan PK Bangsa, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Tepatnya berada di depan kompleks SDN Banjaran. "Meksi jualan di depan sekolah tapi 60 persen yang beli orang luar, anak sekolah hanya 40 persen," terang Slamet sebagai penjual siomay gerobak.
Baca Juga: Viral! Pentol Pak Dedy Kediri Diserbu Pembeli Setiap Hari, Ada Gajih Gratis Bikin Nagih
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri, laki-laki yang kini berusia 22 tahun ini menjelaskan bahwa berjualan sioamay ini meneruskan usaha milik bapaknya. Dimana bapaknya yang bernama Wandi ini sudah merintis berjualan siomay sejak tahun 1991. "Saya baru meneruskan usaha bapak mulai tahun 2022," imbuhnya.
Setiap harinya Slamet berjualan di depan SDN Banjaran Kompleks ini mulai pukul 09.00 hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan bapaknya yang kini berusia 55 tahun ini berjualan keliling di area UNISKA, yang tidak jauh dari rumahnya. Untuk pendapatan, dalam satu hari Slamet bisa mendapatkan Rp 250 ribu.
Dalam satu hari laki-laki asal Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini membawa pentol lima kilogram, puyuh satu kilogram, kubis empat hingga lima kilogram, dan kentang kecil sebanyak 120 biji.
Siomay satu ini dijual di atas sepeda motor yang telah dimodifikasi. Dibagian belakangnya terdapat rombong berwarna biru. Didalam dandang itu berisikan pentol aci, kentang, kubis, tahu pentol, dan telur puyuh. Jika membeli Rp 5000 maka akan mendapat 10 pentol, satu kubis, satu puyuh, dan satu kentang. "Bumbu kacang bisa memilih pedas atau tidak pedas," ungkap Slamet.
Bumbu siomay ini terbuat dari kacang. Jika dibandingkan bumbu siomay pada umumnya, bumbu buatan Slamet ini lebih encer. Dan untuk rasa cenderung pedasa manis. Dimana takaran pedas ini disesuaikan dengan lidah anak-anak.
Editor : Jauhar Yohanis