Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

6 Makanan Khas Manggarai Yang Wajib Dicoba Saat ke Wae Rebo

Internship Radar Kediri • Selasa, 9 September 2025 | 18:04 WIB
Photo
Photo

JP RADAR NGANJUK - Rumah adat desa Wae Rebo atau sering disebut Mbaru Niang yang berbentuk kerucut di Manggarai – Flores NTT

Desa Wae Rebo terletak di di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, tepatnya di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

 Desa ini merupakan salah satu kampung adat yang terkenal dengan rumah tradisionalnya yang berbentuk kerucut, yang  biasa di sebut Mbaru Niang, dan menjadi destinasi wisata budaya yang telah di akui oleh UNESCO.

Wae Rebo memiliki potensi wisata yang luar biasa. Wisatawan tidak hanya menikmati suasana pedesaan yang asri dengan segala keunikan adat nusantara, tetapi juga dapat menikmati beragam kuliner tradisional yang super lezat dengan keunikan masing-masing di desa ini.

Baca Juga: Bebek Sinjay, Kuliner Madura yang Bikin Ketagihan! Dari Warung Kecil Kini Melegenda hingga Surabaya

Kari Ayam

Hidangan bercita rasa gurih ini terdiri dari potongan daging ayam kampung yang di olah dengan berbagai macam bumbu rempah.

Saat Anda melakukan perjalanan ke desa adat Wae Rebo, kuliner pertama yang wajib Anda coba adalah kari ayam. Kari ayam dengan rasa yang unik ini berdasarkan bahan dasar yang di gunakan.

Hidangan yang bercita rasa ini terdiri dari potongan daging ayam kampung yang dimasak dengan berbagai bumbu rempah, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, lengkuas, daun sere, dan kemiri, menurut mama Veronika.

Tete Teko (Ubi Talas)

Tete teko atau talas ubi ubian makanan alami pedesaan

Wae Rebo juga merupakan desa penghasil ubi juga. Di desa ini kamu dapat dengan mudah menemukan ubi talas di perkebunan warga.

Dengan rasanya yang unik dan gurih alami, seperti campuran rasa kacang dan aroma tanah yang segar. Meski ada sedikit rasa manis, namun tidak semanis ubi jalar.

Teksturnya sangat lembut dan creamy saat direbus atau dikukus, sementara jika digoreng akan renyah di luar dan lembut di dalam.

 Baca Juga: Anti Gagal! Begini Resep dan Cara Mudah Membuat Soto Ayam Lamongan

Ute Labu (Sayur Labu)

Meski menurun, produksi labu siam tetap menjadi yang terbesar di antara komoditas sayuran lainnya di NTT

Selain ubi talas warga Wae Rebo juga Kerap membudidayakan labu. Warga Wae Rebo bahkan menjadikan sayuran ini sebagai makanan pokok mereka. Sayur labu khas Wae Rebo biasanya disajikan dengan pucuk labu.

Selain itu, cita rasa alami sangat penting untuk proses pengolahan. Rempah-rempah seperti kemiri, bawang merah dan bawang putih digunakan untuk mengolah sayur labu.

Bawang merah dan bawang putih harus dicincang halus, lalu ditumis hingga harum. Kemudian masukka labu yang sudah diiris tipis memanjang, diaduk dan diamkan beberapa saat, sebelum menambahkan kemiri, sayur pucuk, dan air secukupnya. Rasanya segar dan gurih.

Kue Serabe (Serabi)

Serabi terbuat dari adonan tepung beras dan terigu dengan tambahan gula pasir, telur, fermipan, lalu di masak dengan wajan api kecil hingga matang dan mengembang

Serabi Manggari, juga dikenal sebagai kukih Serabe, memiliki tekstur yang empuk dan lembut serta rasa alami yang manis dan gurih karena tidak menggunakan pengawet.

Rebok

Rebok adalah makanan yang terbuat dari tepung jagung, beras dan parutan kelapa.

Rebok Manggarai memiliki rasa manis dan agak gurih, dan memiliki tekstur yang renyah di luar namun lembut di dalam.

Camilan tradisional ini terbuat dari campuran beras atau tepung jagung, kelapa parut, gula, dan gula. Karena gurih kelapa dan gula, rasanya alami dan cocok untuk dinikmati bersama teh atau kopi di sore hari.

 Baca Juga: Bakso Full Daging Ruko Hayam Wuruk Kota Kediri ! Satu Mangkok Penuh Hanya Rp 10 Ribu

Ute Lomak (Sayur Lawar)

Resep Ute Lomak, Sayur Khas Manggarai, Ternyata Mudah Cara Membuatnya

Hidangan khas dari daun pepaya atau singkong cincang yang dimasak dengan parutan kelapa, kemiri bakar, dan bawang merah, menghadirkan rasa gurih, manis, segar, serta kaya rempah.

Biasanya disajikan dengan nasi dan ikan asin untuk cita rasa autentik.

               

Emerensiana Jufianti

Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

 

 

 

Editor : Miko