JP RADAR NGANJUK Makassar—Kota Daeng tidak hanya identic dengan Pantai Losari atau peninggalan sejarah Benteng Rotterdam. Dibalik hiruk-pikuk kotanya, Makassar menyimpan harta kuliner yang sudah menjadi ikon Sulawesi Selatan: Coto Makassar.
Lebih dari sekadar sup daging, coto adalah warisan budaya yang terus hidup di tenga masyarakat Bugis-Makassar. Hidangan ini bukan hanya menyajikan rasa, melainkan juga cerita Panjang tentang tradisi, sejarah, dan kebersamaan.
Apa itu Coto Makassar?
Coto Makassar merupakan sup daging sapi—sering kali menggunakan jeroan—dengan kuah cokelat pekat yang khas. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan kacang tanah yang di sangria lalu dihaluskan, menghasilkan kuah gurih, kental dan sedikit berminyak.
Baca Juga: Murah Meriah! Soto Daging Sapi Melimpah Cuma Rp 15 Ribu
Daging dimasak lama hingga empuk dan meresap, lalu disajikan bersama ketupat atau buras (lontong khas daun pisang dengan aroma pandan). Hidangan ini semakin lengkap dengan taburan daun bawang, bawang goreng, serta sambal tauco dan jeruk nipis sebelum disantap.
Jejak Sejarah dan Budaya
Coto diyakini sudah hadir sejak masa Kerajaan Gowa abad ke-16. Awalnya, coto dibuat dari bagian dagimg sapi yang sederhana, lalu diolah dengan rempah untuk memperkaya rasa sekaligus mengawetkan.
Seiring berjalannya waktu, coto naik kelas menjadi hidangan semua kalangan—dari rakyat biasa hingga bangsawan, Kini, coto tak hanya hadir di meja makan sehari-hari, tetapi juga menjadi menu wajib pada acara adat dan perayaan penting di Sulawesi selatan.
Baca Juga: Sroto Sokaraja: Soto Unik dari Banyumas dengan Sambal Kacang
Bumbu Rahasia yang Menggoda
Keistimewaan Coto Makassar terletak pada racikan bumbunya yang kompleks. Beberapa diantaranya:
- Kacang tanag sangria—penentu rasa gurih dan tekstur kental
- Bawang putih, bawang merah, kemiri—dasar aroma harum
- Rempah-rempah seperti ketumbar, jintan, lengkuas, serai dan daun salam
- Pala dan cengkeh—memberi kehangatan pada rasa
- Asam jawa—sentuhan asam lembut penyimbang gurih
Bumbu dihaluskan, ditumis hingga matang, lalu dimasak bersama daging. Inilah yang menghasilkan kuah dengan fondasi rasa mendalam.
Harga Seporsi Coto Makassar
Soal harga, kuliner khas ini tergolong ramah di kantong. Satu porsi Coto umumnya dibanderol sekitar Rp30.000-Rp35.000, dengan pilihan tambahan seperti buras atau ketupat hanya beberapa ribu rupiah saja.
Baca Juga: Ada Puluhan Jenis, Ini Beberapa Soto yang Ada di Nusantara
Jika ingin menu lebih special, ada juga sop konro atau konro bakar dengan harga mulai Rp90.000-Rp100.000. Sedangkan minuman pendamping, seperti es pisang ijo, es pallu butung, hingga aneka jussegar, berkisar antara Rp10.000-Rp18.000.
Dengan kisaran harga tersebut, Coto Makassar tetap menjadi pilihan nikmat dan terjangkau untuk semua kalanagn.
Dari Makassar ke Dunia
Kini, Coto Makassar tidak hanya bisa ditemui di Sulawesi Selatan. Hidangan ini telah menyebar ke berbagai kota besar Indonesia sebagai menu pengobat rindu para perantau. Bahkan, wisatawan asing yang berkunjung ke Makassar kerap menjadikan coto sebagai salah satu agenda kuliner utama.
Lebih dari sekadar makanan, coto adalah representasi keramahan masyarakat Makassar: hangat dan penuh rasa. Jadi, jika berkunjung ke Kota Daeng, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi warisan kuliner yang sudah mendunia ini.
Baca Juga: Rekomendasi 8 Warung Soto Ayam di Nganjuk, Langganan Masyarakat hingga Pejabat
Emerensiana Jufianti
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Miko