Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Krecek Bung Lumajang Resmi Jadi Warisan Budaya, Ikon Kuliner Nusantara

Jauhar Yohanis • Selasa, 23 September 2025 | 21:13 WIB
Masakan rebung (tunas bambu muda) pedas disajikan di atas daun pisang.
Masakan rebung (tunas bambu muda) pedas disajikan di atas daun pisang.

JP RADAR NGANJUK Kabupaten Lumajang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Hidangan tradisional khas daerah ini, Krecek Bung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Indonesia 2024 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Penetapan ini bukan hanya bentuk pengakuan atas kekayaan kuliner lokal, tetapi juga membuka peluang besar bagi Lumajang untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Krecek Bung sendiri merupakan olahan berbahan dasar rebung atau tunas bambu muda yang diolah dengan cara unik dan tradisional. Proses pengolahannya membutuhkan ketelatenan: rebung direbus untuk menghilangkan rasa pahit, kemudian dirajang halus, diperas hinggakadar airnya berkurang, lalu melalui tahap pengasapan atau pengeringan tradisional. Proses inilah yang memberikan aroma asap khas sekaligus membuatnya tahan lama.

Dari segi rasa, Krecek Bung menghadirkan perpaduan gurih, sedikit manis alami, dengan sentuhan aroma asap yang khas. Teksturnya renyah saat digigit, berbeda dari sayur lodeh meskipun biasanya dimasak dengan kuah santan dan rempah-rempah. Inilah yang membuatnya menjadi hidangan tradisional dengan karakter unik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Proses penetapan sebagai WBTb dilakukan melalui kajian mendalam. Krecek Bung dinilai memenuhi berbagai kriteria, mulai dari nilai budaya khas, keberlanjutan tradisi turun-temurun, hingga perannya sebagai identitas masyarakat Lumajang. Tidak heran jika masyarakat setempat merasa bangga atas pengakuan ini, sebab kuliner yang sebelumnya hanya dikenal di tingkat lokal kini telah menembus panggung nasional.

Pemerintah Kabupaten Lumajang pun tak tinggal diam. Berbagai program tengah disiapkan untuk menjaga sekaligus mempromosikan Krecek Bung agar semakin dikenal. Mulai dari memasukkannya dalam paket wisata kuliner, mendorong pelaku UMKM berinovasi dalam pengemasan, hingga menyelenggarakan festival makanan yang menampilkan Krecek Bung sebagai ikon utama. “Kami ingin Krecek Bung tidak hanya menjadi kebanggaan Lumajang, tapi juga dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujar salah satu pejabat Pemkab Lumajang.

Kini, Krecek Bung bukan sekadar sajian tradisional, melainkan simbol kearifan lokal masyarakat Lumajang dalam mengolah hasil alam. Kehadirannya di daftar WBTb 2024 semakin memperkaya peta kuliner nusantara, sekaligus menegaskan bahwa makanan bisa menjadi identitas budaya dan daya tarik wisata. Dengan status baru ini, Lumajang optimistis menjadikan Krecek Bung sebagai warisan kuliner yang menggugah selera sekaligus membanggakan.

 

Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Magang Universitaa Negeri Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#rebung #krecek #warisan #khas #Sajian Tradisional #budaya