JP RADAR NGANJUK Di tengah hiruk-pikuk kuliner malam Kota Pahlawan, ada satu warung sederhana yang tak pernah sepi pengunjung. Namanya Nasi Inul Hj. Siti Rochmah, sebuah warung blusukan di Jl. Kapas Baru Gang VIII No. 36, Surabaya Utara. Sejak berdiri pada 1997, warung ini setia melayani pelanggan selama 24 jam penuh tanpa jeda, menjadikannya salah satu destinasi kuliner legendaris di Surabaya.
Keistimewaan Nasi Inul bukan hanya pada jam operasionalnya yang non-stop, melainkan juga harga yang ramah di kantong. Dengan seporsi nasi mulai Rp 10.000, pelanggan bisa menikmati sajian lengkap dengan cita rasa yang tidak berubah sejak pertama kali dibuka. Murah meriah, namun tetap memanjakan lidah.
Menu lauk yang ditawarkan pun beragam, dari ayam bumbu bebek, daging krengsengan, daging Bali, ampela hati ayam, tahu Bali, hingga lauk rumahan lainnya. Yang tak kalah populer adalah Sambel Ngelollo, sambal khas dengan aroma tajam dan rasa pedas menyengat, kerap disebut bikin pelanggan “menelan ludah” sebelum menyantapnya.
Baca Juga: Nikmatnya Hidangan Sambelan di Warung Sor Talok
Karena buka sepanjang malam, warung ini jadi persinggahan favorit banyak kalangan, mulai komunitas pengendara motor, pekerja malam, hingga warga yang pulang larut. Suasana sederhana di dalam gang justru memberi kesan otentik—sensasi kuliner Surabaya yang apa adanya, tanpa dibuat-buat.
Popularitas Nasi Inul makin meluas berkat media sosial. Banyak food vlogger dan konten kreator di Instagram maupun YouTube yang mengulas keunikan warung blusukan ini. Nama “Nasi Inul” pun kini sering muncul sebagai rekomendasi kuliner malam wajib coba di Surabaya, membuktikan bahwa rasa dan pengalaman bisa berbicara lebih lantang daripada papan nama besar.
Namun, tantangan tetap ada. Menjaga kualitas rasa, kebersihan, serta kenyamanan pelanggan, terutama saat warung ramai di tengah malam, menjadi pekerjaan rumah yang harus dijaga konsistensinya. Jika berhasil mempertahankan semua itu, Nasi Inul Hj. Siti Rochmah bukan hanya sekadar warung makan, tapi sebuah legenda kuliner Surabaya yang terus hidup lintas generasi.
Baca Juga: Rekomendasi Warung dan Resto Lesehan di Nganjuk yang Cocok untuk Keluarga
Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis