JP RADAR NGANJUK Ayam geprek saat ini telah berkembang menjadi salah satu sajian yang paling populer di kalangan generasi muda. Perpaduan ayam goreng tepung yang digeprek dan disajikan dengan sambal pedas menjadikannya kuliner yang mudah disukai. Di Surabaya, salah satu tempat yang banyak diperbincangkan adalah Mr Suprek, yang beralamat di Jalan Dharmawangsa No. 121, Gubeng.
Dengan harga yang cukup terjangkau, Mr Suprek menghadirkan keistimewaan yang tidak umum ditemukan di kedai serupa, yaitu layanan nasi dan sup isi ulang gratis bagi seluruh pelanggan. Konsep ini menjadikannya tujuan favorit mahasiswa maupun pekerja muda yang ingin menikmati makanan lezat dan mengenyangkan tanpa mengeluarkan biaya besar.
Pilihan tingkat kepedasan di tempat ini juga cukup beragam. Pengunjung dapat memilih sambal korek yang sangat pedas, sambal matah dengan aroma bawang yang kuat, sambal terasi, hingga sambal bawang. Semua varian sambal tersebut dapat dipadukan dengan ayam geprek yang tetap renyah pada bagian luar namun lembut pada bagian dalam. Keanekaragaman sambal inilah yang menjadi daya tarik utama bagi para pencinta makanan pedas.
Tak hanya berfokus pada sambal, Mr Suprek juga menawarkan menu dengan berbagai topping kekinian. Ada ayam geprek dengan lelehan mozzarella, tambahan keju cheddar yang gurih, hingga balutan saus telur asin yang kaya rasa. Perpaduan sensasi pedas dan creamy tersebut membuat menu-menu ini semakin digemari, terutama oleh pelanggan muda.
Letaknya yang strategis di kawasan Gubeng menjadikan kedai ini hampir selalu dipadati pengunjung, terutama pada jam makan siang dan makan malam. Suasananya sederhana namun tetap nyaman, sehingga cocok dijadikan tempat makan sekaligus berkumpul bersama teman.
Berkat kombinasi harga bersahabat, porsi yang memuaskan, serta variasi sambal dan topping yang inovatif, tidak mengherankan jika Mr Suprek dianggap sebagai salah satu ikon ayam geprek modern di Surabaya. Hidangan sederhana ini membuktikan bahwa kreativitas dan kualitas rasa mampu membawa ayam geprek menjadi kuliner yang terus diminati lintas waktu.
Dita Amelia Ningsih
Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Karen Wibi