Viral di Medsos karena Legendaris dengan Rasa Khas
Novanda Nirwana• Kamis, 22 Januari 2026 | 18:11 WIB
LEGENDARIS: Warung Krupuk Pecel Bu Penik viral di medsos karena legendaris.
Menikmati Kerupuk Pecel Bu Penik di Loceret
Kerupuk Pecel Bu Penik mendadak viral. Warung di Jalan Merapi, Desa Besuk, Kecamatan Loceret itu ramai pembeli sejak pagi. Tidak hanya warga Nganjuk, warga luar kota berdatangan. Apalagi, setelah warung pecel itu viral di media sosial (medsos).
NOVANDA NIRWANA - NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Warung kerupuk pecel Bu Penik berdiri sejak 1998. Awalnya, Penik hanya berjualan bubur sumsum dan nasi pecel. Namun, kebiasaan pelanggan yang datang siang hari mengubah segalanya. “Kalau sudah siang, nasinya habis. Tinggal sambelnya. Akhirnya ibu beli kerupuk,” papar Yayuk Harmiasih, 41, anak Penik yang kini meneruskan usaha keluarga.
Dari situlah kerupuk pecel lahir. Kerupuk yang dulunya dibawa sang ayah sepulang menarik becak, kini menjadi ikon kuliner Nganjuk. Setiap hari, kerupuk datang dalam jumlah besar, lalu disiram sambal pecel racikan khas keluarga.
Usaha rumahan itu kian dikenal luas sejak media sosial membawa nama kerupuk pecel Bu Penik ke layar ponsel banyak orang. “Mulai ramai itu ya sejak ada di sosial media. Banyak yang bikin status, vlog. Akhirnya makin dikenal,” kata Yayuk.
Kini, dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan 20 kilogram sambal pecel dan sekitar 15 kilogram kerupuk. Kerupuknya dipasok khusus dari Kediri, sementara racikan sambal tetap dikerjakan langsung oleh Penik.
Yang membuat Kerupuk Pecel Bu Penik berbeda bukan hanya kerupuknya. Sayurnya beragam, gorengannya lengkap, dan sambalnya cenderung gurih—tidak terlalu pedas, sehingga cocok untuk semua lidah.
Warung ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 14.00 WIB. Ramai saat akhir pekan dan tanggal merah. Pembelinya tak hanya warga Nganjuk, tapi juga dari Madiun, Ngawi, Magetan, Tulungagung, hingga Jombang.
Saat bulan puasa, warung biasanya libur sebulan penuh. Namun saat Hari Raya, justru kembali buka karena tingginya permintaan. Meski sudah viral dan berkembang, usaha ini tetap dijalankan dengan cara lama. Semua dikerjakan bersama-sama. Yayuk, kakak, dan adiknya turun langsung melayani pembeli. “Ibu sudah sepuh, tapi Alhamdulillah masih sehat. Racik bumbu pecelnya tetap ibu,” pungkasnya. (tyo)