Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Menikmati Arus Balik sambil Berburu Kuliner Khas Nusantara (2): Segarnya Pindang Patin Bikin Mata Jreng

rekian • Jumat, 27 Maret 2026 | 06:47 WIB
SEGAR: Ikan pindang patin jadi menu spesial bagi pemudik melintas jalur Lamping-Palembang. (FOTO: Rekian)
SEGAR: Ikan pindang patin jadi menu spesial bagi pemudik melintas jalur Lamping-Palembang. (FOTO: Rekian)

Bentang alam Nusantara tidak hanya menyuguhkan panorama yang elok, tetapi juga menyimpan mahakarya rasa yang luar biasa kaya.

Setiap jengkal aspal lintas pulau yang kita lewati selalu menawarkan jejak kuliner dengan identitas rempah yang kuat, seolah memanggil para pelancong untuk singgah dan mencecap kekayaan budaya bangsa melalui seisi piring. Ini adalah catatan arus balik.

Berbeda dengan arus mudik yang menceritakan tentang kondisi arus lalu lintas, untuk arus balik kali ini saya akan menceritakan tentang berbagai macam kuliner khas di sepanjang perjalanan pulang ke Nganjuk.

Perjalanan darat menempuh jarak ribuan kilometer dari Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, menuju Nganjuk, Jawa Timur, jelas menuntut saya untuk lebih banyak mampir di berbagai tempat untuk mengusir lelah.

Selama ini, dalam rutinitas melibas jalan lintas pulau, jujur saja hanya sedikit kuliner khas daerah yang benar-benar bisa saya cicipi.

Terlebih lagi, tradisi dari kampung halaman biasanya sudah membekali kami dengan makanan yang bisa awet cukup lama di perjalanan. Rendang salah satunya. Bekal andalan inilah yang kerap menjadi penyelamat manakala perut keroncongan di tengah malam atau saat melintasi zona tol yang minim fasilitas.

Namun, ada satu kuliner yang rasanya pantang untuk dilewatkan jika sedang melintasi jalur darat Sumatera. Namanya Pindang Ikan Patin.

Kuliner sup ikan berkuah ini sebenarnya berasal dari Sumatera Selatan, tepatnya dari daerah Ogan Ilir. Namun, jangan khawatir, jika Anda melintas menggunakan jalur darat, kuliner ini sangat familiar dan menjamur di hampir sepanjang perjalanan. 

Tidak hanya eksklusif disajikan di restoran-restoran besar di Palembang, makanan khas satu ini bisa dengan mudah ditemukan saat Anda menepi di rest area tol Lampung atau di warung-warung makan sekitar Kota Bengkulu.

Untuk urusan rasa, olahan yang kaya akan rempah ini sangat cocok bagi Anda yang sedang didera kelelahan selama perjalanan.

Seruputan pertama kuahnya langsung memberikan efek kejut yang menyenangkan. Rasa asam dan segarnya yang didapat dari nanas seketika dapat mengurangi rasa capai dan kantuk karena menyetir jarak jauh. 

Tidak hanya segar, kuahnya juga menawarkan sensasi pedas manis yang ringan. Tekstur daging ikan patinnya pun sangat juicy dan lembut. Menariknya lagi, ada sedikit sentuhan rasa smoky (aroma asap) yang tertinggal di lidah, membuat hidangan ini semakin berkarakter.

Sambil menikmati hidangan ini, pikiran saya otomatis membandingkannya dengan kuliner di kampung halaman kita tercinta. Ya, nama "pindang" yang dipakai di daratan Sumatera ini ternyata memiliki wujud dan kasta rasa yang sangat berbeda dengan pindang yang kita kenal di Nganjuk.

Di Kota Angin, pindang adalah nama sebutan untuk ikan laut yang diawetkan melalui proses perebusan dan penggaraman, sehingga rasanya dominan asin. Biasanya, pindang ala Nganjuk ini paling nikmat dikonsumsi dengan cara digoreng garing lalu dipadukan dengan cocolan sambal.

Sebuah kontras kearifan lokal yang menarik, di Barat ia menjelma sup segar yang elegan, di Timur menjadi lauk sederhana yang mengundang rindu.

Editor : rekian
#kuliner #kuliner khas nusantara #palembang #lampung #bengkulu #sumatera #lebong