RADARNGANJUK.JAWAPOS.COM– Libur Lebaran 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Kabupaten Nganjuk. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Nganjuk berhasil menambah pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 53 juta dari kunjungan wisatawan.
Selama periode libur Lebaran, total kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi yang dikelola pemerintah daerah mencapai 5.790 orang. Angka tersebut naik 12,09 persen dibandingkan tahun lalu, atau bertambah sekitar 700 wisatawan.
Kepala Disbudparpora Nganjuk Gunawan Widagdo menjelaskan, lonjakan kunjungan terjadi merata di sejumlah objek wisata unggulan. Di antaranya Air Terjun Sedudo, Air Merambat Roro Kuning, Goa Margo Tresno, Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL), serta Kolam Pemandian Sri Tanjung.
“Puncak kunjungan terjadi pada H+1 hingga H+7 Lebaran. Momentum libur panjang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga,” jelasnya.
Dari seluruh destinasi tersebut, Air Terjun Sedudo menjadi lokasi dengan tingkat kunjungan tertinggi. Selain menawarkan panorama alam yang asri dan sejuk, keberadaan kolam di bawah air terjun menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Tak hanya itu, faktor kepercayaan masyarakat terhadap khasiat air Sedudo yang diyakini membawa kesehatan, awet muda, hingga keberkahan juga turut mendongkrak minat pengunjung. "Ditambah lagi, keberadaan kuliner khas seperti nasi jagung di kawasan wisata semakin memperkuat daya tarik destinasi tersebut," paparnya.
Peningkatan jumlah wisatawan ini turut mendongkrak PAD Kabupaten Nganjuk. Seluruh destinasi yang dikelola pemerintah daerah tercatat berkontribusi terhadap pendapatan tersebut. “Total PAD yang didapat selama libur Lebaran tahun ini sebesar Rp 53 juta,” imbuhnya.
Menurut Gunawan, tren kenaikan kunjungan ini menjadi indikator positif kebangkitan sektor pariwisata di Nganjuk. Apalagi, saat ini mulai bermunculan destinasi wisata baru yang dikelola pihak swasta, seperti kawasan wisata Jolotundo yang semakin dikenal masyarakat luas.
Ke depan, Gunawan berkomitmen menjaga tren positif tersebut. Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari optimalisasi promosi wisata, sosialisasi kebijakan baru, hingga pembaruan fasilitas destinasi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah penerapan Perda Nomor 6 Tahun 2025 tentang perubahan tarif pajak dan retribusi daerah, termasuk penyesuaian harga tiket masuk yang lebih terjangkau.
“Kami berharap dengan tarif yang lebih murah, jumlah kunjungan wisatawan bisa terus meningkat. Selain itu, kami juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk menambah daya tarik destinasi wisata di Nganjuk,” pungkasnya.
Editor : rekian