Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Bomber Nuklir Rusia Hancur! Ukraina Luncurkan Serangan Udara Terbesar Sejak Perang Dimulai

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 2 Juni 2025 | 20:40 WIB
Tangkapan layar dari video drone dari serangan yang dirilis oleh SBU pada tanggal 1 Juni 2025.
Tangkapan layar dari video drone dari serangan yang dirilis oleh SBU pada tanggal 1 Juni 2025.

JP Radar Nganjuk – Pasukan Ukraina melancarkan serangan besar besaran ke lima pangkalan udara militer Rusia dan berhasil melumpuhkan lebih dari 40 pesawat tempur, termasuk pesawat pengebom strategis yang mampu membawa senjata nuklir pada Minggu (1/6).

Operasi militer yang dijuluki "Operasi Jaring Laba-Laba" ini dijalankan secara rahasia oleh badan keamanan Ukraina (SBU). Memerlukan waktu sekitar 18 bulan untuk menyempurnakan rancana penyerangan ini.

Menggunakan drone FPV yang diselundupkan lewat truk, Ukraina melancarkan serangan udara secara simultan ke berbagai titik strategis milik Rusia, termasuk di kawasan Siberia, Lingkar Arktik, dan wilayah sekitar Moskow.

“Pertama SBU mengangkut drone FPV ke Rusia, dan kemudian di wilayah Federasi Rusia, drone disembunyikan di bawah atap kabin kayu yang bergerak, yang sudah ditempatkan di atas truk,” kata seorang narasumber dikutiip dari New York Post.

“Di saat yang tepat atap kabin dibuka dari jarak jauh kemudian drone pun diluncurkan,” lanjutnya.

Pesawat-pesawat legendaris seperti TU-95 dan TU-22 termasuk dalam daftar yang rusak berat akibat serangan tersebut. Salah satu pangkalan yang terdampak cukup parah adalah Pangkalan Udara Belaya, yang dilaporkan mengalami kebakaran hebat usai serangan berlangsung.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, secara langsung memantau jalannya operasi. Ia menegaskan bahwa serangan ini merupakan respons atas rentetan serangan drone yang sebelumnya dilancarkan Rusia ke wilayah sipil Ukraina.

Selain itu serangan ini merupakan sebuah peringatan agar Moskow menghentikan upayanya untuk melancarkan serangan rudal jarak jauh ke kota kota di Ukraina.

Meski demikian, Zelensky tetap membuka ruang diplomasi, dengan syarat gencatan senjata sepenuhnya dari pihak Moskow dan adanya jalur kemanusiaan yang aman.

Serangan ini muncul di tengah momentum penting, menjelang perundingan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Amerika Serikat di Istanbul. Langkah ofensif Ukraina dikhawatirkan dapat memperumit jalannya diplomasi damai antar kedua belah pihak.

Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan kemajuan teknologi militer Ukraina yang makin canggih dalam menghadapi dominasi Rusia.

Namun, pengamat memperingatkan bahwa serangan besar-besaran ini berpotensi memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko eskalasi skala internasional.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#rusia #Berita Hari Ini #ukraina #radar nganjuk #perang #serangan rudal #operasi militer