Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Tulisan Nama Pertama dalam 20 Tahun, Audrey Crews Bikin Heboh Dunia Maya Lewat Neuralink

Internship Radar Kediri • Jumat, 15 Agustus 2025 | 03:00 WIB
Ilustrasi Audrey Crews dan Tulisan Neuralink nya
Ilustrasi Audrey Crews dan Tulisan Neuralink nya

JP Radar Nganjuk - Audrey Crews, seorang perempuan yang lumpuh selama lebih dari dua dekade, berhasil menulis namanya kembali.

Bukan dengan tangan, tapi dengan pikirannya sendiri. Aksi luar biasa ini dilakukan Audrey melalui chip implan otak buatan Neuralink, perusahaan milik Elon Musk.

Dalam unggahannya di platform X, Audrey memamerkan foto layar laptop yang menunjukkan tulisan tangan “Audrey” berwarna ungu. Tulisan itu ia kendalikan hanya dengan berpikir.

"Saya mencoba menulis nama saya untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Masih belajar. Lol #Neuralink," tulisnya, Sabtu (26/7).

Unggahan tersebut langsung viral, ditonton lebih dari dua juta kali dan mendapat respons langsung dari Elon Musk.

“Dia mengendalikan komputernya hanya dengan berpikir. Kebanyakan orang tidak sadar kalau ini mungkin,” tulis Musk dalam balasannya.

Audrey menjadi wanita pertama di dunia yang menerima implan dari proyek percobaan Neuralink bernama PRIME Study.

Chip ini memungkinkan pengguna mengoperasikan komputer dan perangkat digital lain menggunakan sinyal otak, tanpa alat bantu lain.

Dalam penjelasan lanjutannya, Audrey mengungkapkan proses pemasangan chip dilakukan lewat operasi otak.

"Mereka mengebor lubang di tengkorak saya dan menanamkan 128 benang ke dalam korteks motorik saya. Chip-nya sebesar uang koin seperempat dolar," jelasnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim medis dari University of Miami Health Center yang merawatnya dengan penuh perhatian.

Namun, Audrey menegaskan, alat ini tidak bisa mengembalikan fungsi gerak tubuh.

“Implan ini tidak akan membuat saya bisa berjalan lagi. Ini murni untuk telepati digital,” tulisnya.

Audrey mengaku masih berada di Miami, tapi akan segera pulang dan membagikan video penjelasan lebih lanjut.

Audrey bukan satu-satunya pionir dalam uji coba ini. Peserta lain bernama Nick Wray, yang dikenal sebagai “P8”, juga membagikan pengalamannya setelah tiga hari menggunakan chip bernama N1 Telepathy.

“Saya belum pernah merasakan kebebasan digital seperti ini selama bertahun-tahun,” tulis Nick, yang mengidap ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis), penyakit sistem saraf yang progresif dan degeneratif.

Nick, yang juga penggemar fiksi ilmiah, menyebut pengalaman ini sebagai momen bermakna.

“Tanpa ALS, saya tidak akan terpilih dalam studi ini. Akan tetapi, kalau ALS adalah harga yang harus saya bayar untuk kesempatan sebesar ini, saya bayar dengan senang hati dan tanpa ragu,” ungkapnya.

Neuralink, yang didirikan Elon Musk sejak 2016, memiliki misi membantu penderita gangguan saraf agar tetap bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan teknologi.

Kedepannya, perusahaan ini membayangkan masa depan di mana manusia bisa mengendalikan perangkat digital cukup dengan kekuatan pikiran.

Penulis: Marta - Mahasiswa Magang UIN Sunan Ampel Surabaya

Editor : Jauhar Yohanis
#Platform X #neuralink #neuralink elon musk #elon musk #Audrey Crews