Memanas! Iran 'Sentil' Trump Lewat Foto Martir Cilik, Tragedi Bom Minab Guncang Dunia
rekian• Senin, 9 Maret 2026 | 13:04 WIB
MARTIR CILIK: Media Tehran Times
TEHRAN-Ketegangan antara Iran dengan blok Amerika Serikat (AS)-Israel memasuki babak baru yang menyayat hati. Akun resmi Instagram Kementerian Luar Negeri Iran (@iri_mfa) baru-baru ini mengunggah halaman depan media kenamaan mereka, Tehran Times, yang menampilkan duka mendalam bagi rakyat Negeri Para Wali tersebut.
Halaman depan edisi Senin (9/3) itu didedikasikan khusus untuk mengenang sosok "Martir Muda Minab". Sebuah penghormatan bagi para siswi sekolah dasar yang harus kehilangan nyawa akibat pengeboman tragis di Provinsi Hormozgan.
Dalam unggahan tersebut, Tehran Times menampilkan wajah-wajah polos para siswi yang menjadi korban. Tulisan yang menyertai foto tersebut sangat emosional: "Wajah mereka mengingatkan kita pada mimpi yang terputus. Beristirahatlah dengan tenang, malaikat-malaikat kecil."
Tragedi ini memicu kemarahan publik internasional, terutama setelah munculnya narasi yang saling bertolak belakang antara Teheran dan Washington. Iran menuding serangan ini adalah bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan campur tangan asing di wilayah mereka.
Tak hanya sekadar ucapan duka, media berbahasa Inggris tersebut melontarkan pesan menohok yang ditujukan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam tajuk utamanya, Tehran Times menulis kalimat yang sangat tajam:
"Trump, tatap mata mereka. Dengan ratusan anak-anak Iran yang tewas, Presiden AS masih menyangkal pengeboman sekolah dasar Minab."
Sindiran keras ini merujuk pada sikap pemerintah AS yang dianggap menutup mata atau menyangkal keterlibatan dalam serangan mematikan tersebut. Padahal, bagi Iran, bukti-bukti di lapangan sudah sangat jelas menunjukkan adanya agresi yang mengorbankan warga sipil, termasuk anak-anak di tingkat sekolah dasar.
Isu ini pun langsung menjadi perbincangan hangat netizen, termasuk di tanah air. Banyak pihak khawatir jika perang urat syaraf ini akan berujung pada kontak fisik yang lebih luas, mengingat posisi Israel yang juga terus bersiaga di perbatasan.