Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Motor Butut Boscu Hilang, Pulang Jadi Ganteng

Karen Wibi • Minggu, 28 Desember 2025 | 02:01 WIB

biyuh-biyuh
biyuh-biyuh

BOSCU kaget. Saat dia potong rambut, sepeda motornya hilang. Padahal, satu jam sebelumnya, sepeda motor tersebut masih terparkir rapi di depan tukang potong rambut langganannya. Setelah diingat-ingat, setelah memarkir sepeda motor, Boscu lupa mencabut kunci sepeda motor miliknya. Pasti hal itu dimanfaatkan oleh seorang pencuri. Akibatnya, siang itu, Boscu harus bersusah payah untuk melapor ke kantor polisi. “Padahal saya parkirnya sebentar. Sepeda motor saya langsung hilang,” ujarnya.

Di lain sisi, sepeda motor itu ternyata dicuri oleh warga sekitar.

Kebetulan, siang itu, pria yang dipanggil Joko itu sedang lewat di depan tempat potong rambut. Hingga dia melihat kunci yang masih menancap di sepeda motor. Tanpa babibu, Joko langsung membawa kabur sepeda motor tersebut.

Joko jatuh hati dengan sepeda motor itu. Dia tidak tega jika harus menjualnya. Dia lalu mengendarai sepeda motor itu untuk keperluan sehari-hari.

Namun Joko tidak bodoh. Dia tidak serta merta mengendarai sepeda motor hasil curian untuk berkeliling rumah. Dia lalu memodifikasi sepeda motor itu. Tujuannya agar tidak ada orang yang tahu.

Mula-mula Boscu mengganti cat pada tanki sepeda motor. Mulanya tanki berwarna hitam. Boscu lalu menggantinya dengan warga merah. Tampak berbeda, tapi masih belum cukup untuk menyamarkan.

Pencuri itu mengganti banyak sparepart lainnya. Mulai dari spion, ban, hingga knalpot. Semuanya diganti dengan barang-barang baru. Lalu bagaimana dengan barang-barang yang lama? Tentu langsung dijual oleh Joko.

Hal itu ternyata membawa petaka bagi Joko. Semua barang-barang lama dari sepeda motor dijual di Facebook. Tak disangka, di waktu yang bersamaan, Boscu juga sedang memantau di grup jual beli sepeda motor bekas. Siapa tahu sepeda motor miliknya dijual di grup tersebut.

Namun bukan sepeda motor yang ditemui oleh Boscu. Melainkan sparepart yang dijual secara terpisah. Saat dijual oleh Joko, Boscu langsung mengenalinya. Tanpa pikir panjang, Boscu langsung mengajark cash on delivery (COD) si Joko.

Mereka berdua bertemu di salah satu warung kopi (warkop) yang ada di Kecamatan Berbek. Tak disangka, saat COD, Boscu datang dengan seorang teman yang merupakan anggota kepolisian.

Belum sempat mengobrol, Joko langsung ditangkap. Boscu benar-benar membuat si Joko kapok. Tak butuh waktu lama hingga Joko mengaku. Boscu lalu meminta si Joko untuk menunjukkan sepeda motor miliknya. Tak disangka, Boscu yang sebelumnya cemberut langsung sumringah. Bagaimana tidak, sepeda motor miliknya sudah lebih bagus dari sebelumnya. Boscu yang sebelumnya sedih kini langsung happy. Namun pencurian tetaplah pencurian. Si Joko  diseret masuk  penjara. Biyuh-Biyuh. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#kejadian lucu #nganjuk