Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Pengajian, Mbak Pur Gondol Motor Teman

Karen Wibi • Minggu, 25 Januari 2026 | 09:59 WIB

biyuh-biyuh
biyuh-biyuh

KELAKUAN Mbak Pur asal Kecamatan Nganjuk ini ada-ada saja. Dia nekat membawa kabur sepeda motor milik temannya. Alhasil kini dirinya harus berurusan dengan pihak kepolisian. Aksi nekat yang dilakukan oleh Mbak Pur ini terjadi beberapa minggu lalu. Semuanya bermula ketika Mbak Pur dan Mbak Sri bekerja di satu tempat yang sama. Yaitu, sebuah tempat angkringan yang lokasinya juga berada di Kecamatan Nganjuk.

Keduanya sangat akrab. Maklum saja, jika tidak salah mengingkat, antara Mbak Pur dan Mbak Sri sudah bekerja di tempat yang sama sekitar satu tahun. Mbak Sri pun sudah sangat percaya ke Mbak Pur. Bahkan Mbak Sri sudah menganggap Mbak Pur sebagai adiknya sendiri.

Namun, rasa percaya itu yang akhirnya menjadi petaka. Karena pada malam itu, Mbak Pur memiliki niat jahat ke Mbak Sri. Dirinya ingin membawa kabur sepeda temannya itu. Nantinya sepeda motor itu akan digadaikan atau dijual. Yang penting jadi uang. “Saya punya utang. Bingung mau bayar utang pakai uang apa,” ujar Mbak Pur.

Niat jahat itu dimulai ketika Mbak Pur meminta untuk diantar pulang oleh Mbak Sri. Namun di tengah-tengah perjalanan, Mbak Pur mengajak Mbak Sri untuk nongkrong terlebih dahulu.

Di tengah kegiatan itu, Mbak Pur tiba-tiba terlihat panik. Dirinya mengatakan jika ada janjian pengajian bersama sang ibu. Karena tergesa-gesa, Mbak Pur akhirnya meminjam sepeda motor milik Mbak Sri. Karena sudah percaya, sepeda motor itu lalu diserahkan begitu saja. Sedangkan Mbak Sri memilih untuk menunggu di tempat nongkrong tersebut.

Satu hingga dua jam berlalu. Mbak Pur masih tak kunjung kembali. Karena sudah bosan menunggu, Mbak Sri lalu menghubungi Mbak Pur. Namun ternyata nomor milik Mbak Sri sudah diblokir. “Saya jadi curiga. Akhirnya saya langsung berangkat ke rumah teman saja,” balas Mbak Sri.

Sesampainya di rumah Mbak Pur, Mbak Sri tidak menemui temannya itu. Ibu dari Mbak Pur juga tidak merasa akan mengajak sang anak untuk ikut pengajian. Usut punya usut, malam itu, Mbak Pur sudah melarikan diri ke arah Jombang. Di sana sepeda motor milik Mbak Sri sudah digadaikan.

Mbak Sri lalu melapor ke pihak kepolisian. Beberapa hari setelahnya Mbak Pur berhasil ditangkap. Kini Mbak Pur harus mempertanggungjawabkan perbuatannya ke pihak kepolisian. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#kisah lucu #nganjuk