Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Mengenal Komunitas Pantomim Nganjuk, Dua Jam Make Up untuk Menghibur Warga secara Gratis

Redaksi Radar Nganjuk • Minggu, 28 April 2024 | 20:12 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Alun-Alun Nganjuk semarak pada Minggu pagi (21/4). Selain ramai pengunjung yang berolahraga dan car free day (CFD), ada pertunjukan pantomim di ruang terbuka hijau tersebut. Pertunjukan dipersembahkan oleh Komunitas Pantomim Nganjuk untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1.087 Kabupaten Nganjuk.

Sekitar 15 anak-anak berkumpul di tengah alun-alun. Mereka bersiap untuk pertunjukan. Merias wajahnya dengan face painting berwarna putih layaknya pantomimer pada umumnya. Tak lupa juga baju garis-garis semakin menunjukkan bahwa mereka memang pelaku seni pantomim. “Ini lagi siap-siap make up dulu sebelum pertunjukan dimulai,” ujar Choirul Arifin, 34, Ketua Komunitas Pantomim Nganjuk.

Photo
Photo

Setelah kurang lebih 2 jam make up sejak pukul 06.00, akhirnya mereka menunjukkan aksinya di depan pengunjung. Satu persatu mereka beraksi di antara kerumunan pengunjung. Tak canggung pula mereka berinteraksi dengan pengunjung. Khususnya, anak-anak. “Untuk anggota komunitas sendiri ini berbagai kalangan. Tapi didominasi anak-anak, mulai kelas TK hingga SMP. Ada juga yang sudah dewasa,” terang Yudhi.

Dia menjelaskan sejarah terbentuknya Komunitas Pantomim Nganjuk. Berawal dari kegiatan seni pada 2019 yang diikuti oleh guru-guru SD yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk. Dalam kegiatan tersebut juga terdapat seni pantomim.

Namun usai kegiatan selesai, tidak ada kegiatan seni sama sekali setelah itu. Akhirnya guru-guru SD yang saat itu ikut kegiatan seni berkumpul. Meski hanya beberapa orang saja yang aktif di seni pantomim sejak tahun 2023 lalu.

Kemudian, pada tahun ini, dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-1.087 Kabupaten Nganjuk, Yudhi menginisiasi untuk pertunjukan pantomim di alun-alun. Sekaligus memperkenalkan seni pantomim kepada warga Kota Angin. “Ide awalnya hanya peringatan World  Mime Day pada 22 Maret. Namun karena puasa jadi kami undur di bulan April, kebetulan bertepatan dengan hari jadi,” tandasnya.

Komunitas Pantomim Nganjuk ini juga di bawah naungan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk. Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih mengatakan, pihaknya selalu mendukung jika ada masyarakat yang ingin mengembangkan industri kreatif. Terutama dalam bidang seni dan budaya. Hal itu menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat Nganjuk yang mencintai seni dan budaya. “Seni dan budaya itu banyak macamnya, ada yang tradisional maupun modern. Kami selaku dinas akan selalu mendukung,” ujarnya. 

Editor : Redaksi Radar Nganjuk