Umi Asih masih memiliki waktu luang untuk membuat konten. Uniknya konten yang dibuatnya ini tentang cara ia membuat cilok jualannya. “Banyak ibu rumah tangga ini sangat suka melihat konten buatan saya, bahkan sampai ada yang mau jualan seperti saya,” jelas Umi.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Umi mengaku belajar membuat konten secara otodidak.
Dimana ia tidak memiliki latar belakang multimedia atau sebagainya. Bahkan karena tidak ada biaya untuk meneruskan kuliah, riwayat pendidikan terakhirnya duduk dibangku salah satu madrasah aliyah yang berada di Prambon. “Awal membuat konten masih menggunakan handphone Samsung,” imbuhnya.
Baca Juga: Raup Omzet Rp 4 Juta Sehari, Umi Asih Penjual Cilok Viral di Kota Angin
Ketika membuat konten, perempuan berusia 30 tahun ini awalnya mempostingnya di YouTube. Postingan pertamanya ini sudah di upload empat tahun yang lalu. Di mana video tentang cara membuat cilok dan siomay. Video pertama tersebut kini sudah dilihat sebanyak 44,471.
Dengan menggunakan nama lengkapnya Umi Asih, kini untuk Youtube jumlah subscribernya 78,1 ribu. Disana ia tidak hanya mengupload tentang tutorial memasak cilok, namun juga tutorial masakan lainya. Bahkan ia juga kerap mereview barang. “Jadi intinya agar ibu rumah tangga tidak hanya saya saja yang memiliki usaha membuat cilok, kini banyak tetangga yang jualan cilok,” ungkap Umi.
Tidak hanya bergulat mengupload konten di YouTube. Perempuan yang pernah bekerja di pabrik hingga tukang ketik ini kemudian mengembangkan konten di media sosial lainya. Dari YouTube kemudian mengembangkan ke aplikasi TikTok.
Di aplikasi tersebut ia memiliki 447 ribu pengikut, dengan jumlah suka 19,8 juta. Kemudian untuk Instagram jumlah pengikutnya 303 ribu, dengan jumlah like video bisa 21,6 ribu. Sedangkan untuk Facebook jumlah pengikutnya ada 285 ribu, jumlah like terbanyaknya bisa mencapai 10 ribu. “Alhamdulillah semua konten sekarang aktif,” kata Umi.
Baca Juga: Raup Omzet Rp 4 Juta Sehari, Umi Asih Penjual Cilok Viral di Kota Angin
Berbekal belajar otodidak, semua dilakukan sendiri oleh Umi. Mulai dari take video, pengisian suara, hingga upload. Bahkan ia rela begadang ketika sedang mengisi suara. Sebab saat malam hari terhindar dari suara lain masuk ke dalam rekaman.
Untuk membuat konten dalam seminggu hanya membuat dua hingga tiga konten. “Dari semua media sosial yang paling ramai di TikTok. Sekali upload bisa langsung 500 hingga 1 jutaan viewers,” ungkap Umi.
Pendapatan Umi tidak hanya dari penjualan cilok. Namun juga dari membuat konten di media sosial tersebut. Dimana dari media sosial ini ia banyak sekali mendapatkan sampel produk untuk di-review.
Dari pendapatan tersebut Umi bisa membeli iPhone 11 pada tahun 2024 lalu. Harapan dengan adanya handphone baru ini bisa lebih produktif dalam membuat konten. “Kalau bikin konten itu harus telaten, sebab jika dua hari atau tiga hari tidak upload nanti trafik akan turun,” pungkasnya. (ara/tyo)
Editor : Miko