Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Buat Wayang Raksasa untuk Hiasan Rumah

Karen Wibi • Rabu, 4 Februari 2026 | 19:48 WIB

UNIK: Wiwik WIjayanto menunukkan wayang raksasa karyanya yang dijual untuk hiasan.
UNIK: Wiwik WIjayanto menunukkan wayang raksasa karyanya yang dijual untuk hiasan.

Wiwik Wijayanto, Seniman Unik asal Desa Perning, Jatikalen

Kabupaten Nganjuk memiliki seorang seniman unik. Namanya adalah Wiwik Wijayanto. Sehari-hari Wiwik bekerja sebagai pembuat wayang. Namun bukan wayang biasa, melainkan wayang dengan ukuran raksasa.

KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

KABUPATEN Nganjuk tak pernah kehabisan seorang seniman. Salah satu seniman yang masih banyak ditemui adalah seniman pembuat wayang. Mulai dari wayang kulit, kayu, dan masih banyak yang lainnya. Nah, di antara ratusan pembuat wayang, ada seorang pembuat wayang yang unik. Namanya adalah Wiwik Wijayanto. Pria yang kini berusia 53 tahun itu berasal dari Desa Perning, Kecamatan Jatikalen.

Sebenarnya, sehari-hari, Wiwik bekerja sebagai seorang serabutan. Namun di kala senggang, bapak dua anak itu sering membuat wayang.

Namun wayang yang dibuat oleh Wiwik bukan sembarangan. Melainkan sebuah wayang yang memiliki ukuran raksasa. “Orang-orang mengenal saya sebagai pembuat wayang raksasa,” ujarnya.

Seperti yang dilakukannya pagi itu. Saat tidak ada panggilan bekerja, Wiwik lebih memilih menghabiskan waktu untuk membuat wayang. Wayang-wayang itu dibuat dengan sangat berhati-hati. Mulai dari menggambar kayu, mengukir, menghaluskan, hingga mewarnai dilakukannya sendiri.

Tangan keriputnya itu dengan teliti mengukir kayu yang sebelumnya masih berbentuk papan. Dalam hitungan dua hingga tiga hari saja papan itu sudah berbentuk wayang setengah jadi. Tinggal dihaluskan lalu dicat.

Namun wayang yang dianggap setengah jadi itu masih jauh dari kata selesai. Masih ada waktu satu hingga dua minggu lagi. Loh kok bisa? “Karena wayangnya yang raksasa. Jadi buatnya lebih lama,” tambahnya.

Di antara banyaknya proses pembuatan, bagian mengukir rambut adalah yang paling rumit. Waktunya bisa berhati-hari. Terlebih wayang buatan Wiwik bisa memiliki panjang 1 meter lebih dan lebar sekitar 60 centimeter (cm).

Setelah selesai, wayang-wayang tersebut akan dijual. Penggemar wayang-wayang raksasa itu juga sudah banyak yang mangantre. Mereka mayoritas tidak hanya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Melainkan dari luar daerah. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, dan sekitarnya. “Untuk satu wayangnya biasa saya hargai Rp 1 jutaan. Memang murah karena terbuat dari kayu,” imbuhnya.

Sementara itu, menurut Wiwik, bakatnya dalam membuat wayang diturunkan oleh sang kakek buyut. Mulai dari buyut, kakek, hingga sang ayah adalah pembuat wayang. Mereka membuat wayang dengan ciri khas masing-masing. Seperti Wiwik yang memiliki ciri khas membuat wayang raksasa.

Sedangkan Wiwik baru menjadi seniman wayang sejak duduk di bangku SMA. Saat itu dirinya merasa senang ketika melihat sang kakek membuat wayang. Sayangnya, sebelum benar-benar mahir, dirinya sudah ditinggal meninggal oleh sang kakek dan ayah. “Akhirnya mau tidak mau saya bejalar secara mandiri. Belajar dari karya-karya milik kakek saya,” pungkasnya. (tyo)

 

Editor : Karen Wibi
#pengrajin #nganjuk #wayang