Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Sekolah saat Pagi, Sore Jadi Guru Ngaji 

Karen Wibi • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:00 WIB

BERPRESTASI: Keyla Cahya Kusuma Wati di Kertosono. Dia jadi Duta Aksi Peduli Nusantara.
BERPRESTASI: Keyla Cahya Kusuma Wati di Kertosono. Dia jadi Duta Aksi Peduli Nusantara.

Keyla Cahya Kusuma Wati, Duta Aksi Peduli Nusantara Kemenparekraf RI

Kabupaten Nganjuk tidak pernah kehabisan siswa berprestasi. Salah satunya adalah Keyla Cahya Kusuma Wati. Remaja asal Desa Pelem, Kecamatan Kertosono ini berhasil menjadi Duta Aksi Peduli Nusantara yang diadakan oleh Kemenparekraf RI.

KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk

NAMANYA adalah Keyla Cahya Kusuma Wati. Perempuan yang masih duduk di bangku kelas 12 SMKN 1 Kertosono itu masih berusia 17 tahun. Masih sangat muda. Meski masih muda, Keyla berhasil meraih segudang prestasi. Salah satunya adalah menjadi Duta Aksi Peduli Nusantara dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI).

Namun bukan itu yang membuat prestasi Keyla spesial. Melainkan karena prestasi itu berhasil diraih di sela-sela kesibukannya mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah dan menjadi guru mengaji. “Saya kalau pagi sekolah, kalau sore jadi guru mengaji,” ujarnya.

Tentu belajar di sela-sela banyaknya kegiatan itu bukan perkara mudah. Setiap paginya Keyla harus mengikuti KBM di sekolah. Maklum saja, Keyla masih duduk di bangku kelas 12. Saat ini dirinya masih menempuh pendidikan di SMKN dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.

Selepas sekolah, Keyla masih memiliki satu tanggung jawab lainnya. Yakni, menjadi guru mengaji. Kegiatan itu sudah lama dilakukannya sejak bertahun-tahun lalu. “Menjadi guru mengaji termasuk panggilan hati saya,” tambahnya.

Selepas itu Keyla juga masih belum bebas. Dirinya masih memiliki kewajiban untuk mengaji secara mandiri. Ditambah dirinya harus mengerjakan tugas sekolah. Baru setelah itu dirinya bisa menyiapkan diri untuk berlatih menngikuti kompetisi duta.

Kompetisi duta tersebut berlangsung pada akhir tahun lalu. Keyla harus berhadapan dengan ratusan peserta lain se-Indonesia. Apakah Keyla minder? Tentu saja, banyak lawan yang dianggap lebih profesional dibanding dengan Keyla. Namun anak dari Anita Kusumawati itu memilih untuk tak terlalu memikirkannya. Dirinya memilih untuk berkompetisi dengan sekuat tenaga. Hasilnya di luar dugaan, Keyla terpilih menjadi duta. “Saya tidak menyangka bisa terpilih menjadi duta,” tambahnya.

Kini dirinya resmi menjadi Duta Aksi Peduli Nusantara dari Kemenparekraf RI. Kini Keyla memiliki banyak tugas yang harus diemban. Salah satunya adalah mempromosikan tentang pelestarian alam melalui kampanye kreatif, edukasi, dan aksi nyata. (wib)

Editor : Karen Wibi
#siswa berprestasi #nganjuk