JP RADAR NGANJUK-Dunia perfilman Indonesia kembali kedatangan karya unik yang mengangkat kisah mistis dari tanah Jawa Timur. Film berjudul Lintrik: Ilmu Pemikat siap tayang di bioskop mulai 11 September 2025, menghadirkan perpaduan horor, drama psikologis, dan kekayaan budaya Banyuwangi yang kental.
Dari Film Pendek ke Layar Lebar
Kisah Lintrik berawal dari film pendek produksi komunitas film Banyuwangi, Lintrik – Janakim Series (2022), yang sempat viral di YouTube. Cerita lokal yang otentik ini kemudian menarik perhatian produser Asye Siregar dari Prama Gatra Film untuk diangkat menjadi film layar lebar.
Menariknya, tim kreatif asli Banyuwangi dilibatkan langsung sebagai penulis naskah dan konsultan budaya, agar nuansa mistis dan bahasa Osing tetap terjaga keasliannya.
Apa Itu “Lintrik”?
Menurut sutradara Irham Acho Bahtiar, lintrik adalah ilmu pengasihan Jawa kuno yang berbeda dari pelet biasa. Lintrik hanya bisa dilakukan oleh seorang dukun perempuan setelah menjalani ritual tertentu. Kekuatan ilmu ini diyakini mampu memikat siapa saja, bahkan orang asing, meski efeknya hanya sementara.
Plot Misterius dan Psikologis
Film ini berkisah tentang Sari (Karina Icha), seorang perempuan yang nekat menggunakan lintrik demi merebut cinta pertamanya yang kini telah berkeluarga. Namun keputusannya justru menyeretnya ke dalam pusaran konspirasi mistis yang jauh lebih berbahaya.
Alih-alih menghadirkan sekadar jumpscare, Lintrik menekankan ketegangan psikologis dan misteri bertahap setiap adegan menyimpan petunjuk penting yang membangun klimaks cerita.
Selain Karina Icha, film ini turut dibintangi Donny Damara, Yatti Surachman, Meisya Amira, Akbar Nasdar, Fannita Posumah, hingga pendatang baru Teguh Ryder. Lebih spesial lagi, maestro tari Gandrung Mak Temu Misti dan seniman Banyuwangi Mas Yon DD juga ikut bermain dengan bahasa Osing asli, menghadirkan kekayaan lokal yang jarang terlihat di layar lebar (Trenz Indonesia).
Sentuhan Budaya dalam Sinematografi
Selama 25 hari, tim produksi menjelajahi lokasi ikonik Banyuwangi, mulai dari Hutan De Djawatan, Patung Terakota, hingga festival budaya lokal. Setiap latar dipilih bukan hanya untuk estetika, tetapi juga sebagai penegasan bahwa cerita ini benar-benar lahir dari tanah Osing.
Lintrik: Ilmu Pemikat bukan sekadar film horor. Ia adalah representasi bagaimana mistis, budaya lokal, dan drama psikologis bisa berpadu menjadi tontonan segar.
Dengan dukungan aktor papan atas, keterlibatan komunitas Banyuwangi, serta alur penuh misteri, film ini diprediksi akan menjadi salah satu horor Indonesia paling unik di tahun 2025.
Fun Fact: Ilmu lintrik dalam tradisi Banyuwangi dipercaya begitu kuat hingga korban bisa terpikat meski berada di luar negeri. Namun, efeknya hanya bertahan sebentar itulah yang membuatnya semakin misterius dan berbahaya.
Penulis: Melanie Putri Devianasari-Mahasiswa Magang UN PGRI Kediri
Editor : Jauhar Yohanis