JP RADAR KEDIRI-Tere Liye adalah salah satu penulis produktif Indonesia yang terkenal dengan kisah-kisahnya yang menyentuh hati sekaligus sarat imajinasi. Salah satu karya besarnya adalah Serial Bumi, sebuah rangkaian novel fantasi yang membawa pembaca menjelajahi dunia paralel penuh misteri, petualangan, dan persahabatan. Namun, karena jumlah bukunya sudah banyak, sering kali pembaca baru bingung harus mulai dari mana. Nah, berikut adalah urutan membaca Serial Bumi yang lengkap agar tidak salah langkah saat menjelajahi dunia fantasi ciptaan Tere Liye.
1. Bumi (2014)
Kisah bermula dari Raib, seorang remaja yang ternyata memiliki kemampuan menghilang. Ia berteman dengan Seli yang bisa mengeluarkan listrik, dan Ali yang jenius. Bersama, mereka menemukan rahasia bahwa dunia kita hanyalah salah satu dari banyak dunia paralel. Novel ini membuka pintu ke petualangan besar yang penuh misteri.
2. Bulan (2015)
Petualangan berlanjut dengan perjalanan Raib, Seli, dan Ali ke dunia Bulan. Mereka harus menghadapi berbagai tantangan, sekaligus menemukan lebih banyak rahasia tentang kekuatan mereka. Buku ini memperluas horizon pembaca mengenai dunia paralel.
3. Matahari (2016)
Kali ini, ketiganya melakukan perjalanan ke dunia Matahari. Ali semakin menunjukkan kejeniusannya, sementara persahabatan mereka diuji oleh konflik dan perbedaan. Cerita penuh warna dengan kombinasi sains, fantasi, dan aksi seru.
Baca Juga: Mengupas Perjalanan Hidup Tokoh Sri Ningsih dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye
4. Bintang (2017)
Novel keempat ini mengangkat konflik yang lebih besar. Dunia Bintang penuh bahaya, dan para tokoh semakin sadar bahwa petualangan mereka bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga menyangkut keseimbangan antar dunia. Cerita semakin kompleks dan menegangkan.
5. Ceros dan Batozar (2018) – Spin-off
Berbeda dari yang lain, buku ini adalah spin-off yang menceritakan kisah tokoh legendaris Batozar dan Ceros. Meski tidak wajib dibaca untuk memahami alur utama, novel ini memberikan sudut pandang tambahan dan memperkaya pemahaman tentang dunia paralel.
6. Komet (2018)
Kembali ke alur utama, Raib, Seli, dan Ali bertualang ke dunia Komet. Mereka menghadapi musuh-musuh baru sekaligus memperdalam pemahaman tentang kekuatan masing-masing. Cerita makin menegangkan dan emosional.
7. Komet Minor (2019)
Kisah berlanjut dengan konflik yang lebih dalam. Komet Minor memperlihatkan sisi-sisi rapuh dan kuat dari para tokoh, serta memperkenalkan karakter baru yang menambah dinamika dalam cerita.
Baca Juga: Novel sebagai Cermin Zaman: Dari Pramoedya hingga Tere Liye
8. Selena (2020)
Novel ini mundur ke masa lalu, mengisahkan perjalanan Selena—salah satu tokoh kunci. Kisahnya membuka tabir asal-usul banyak peristiwa, membuat pembaca lebih memahami akar konflik dunia paralel.
9. Nebula (2020)
Masih lanjutan dari kisah masa lalu, Nebula menyajikan detail perjalanan tokoh-tokoh pendahulu. Membaca buku ini membuat kita lebih mengerti mengapa peristiwa besar di dunia paralel bisa terjadi.
10. Lumpu (2021)
Kembali ke alur utama, tokoh antagonis Lumpu menjadi pusat cerita. Buku ini menunjukkan sisi gelap dunia paralel, menghadirkan pertarungan batin dan fisik yang menegangkan.
11. Si Putih (2021)
Novel ini mengambil sudut pandang berbeda dengan mengisahkan Si Putih, makhluk kesayangan Raib. Dari sini, pembaca bisa melihat betapa luas dan dalamnya dunia yang diciptakan Tere Liye.
12. Bibi Gill (2022)
Buku ini menghadirkan tokoh baru, Bibi Gill, yang ternyata punya peran besar dalam kisah dunia paralel. Cerita ini menambah warna baru sekaligus memperkaya lapisan narasi serial Bumi.
Baca Juga: Tentang Hati dan Hierarki dalam Novel Love Van Java Karya Dre Kalfa
13. SagaraS (2022)
Konflik makin memuncak dengan kehadiran SagaraS. Novel ini penuh ketegangan, menyatukan banyak benang merah dari buku-buku sebelumnya. Pertarungan besar semakin mendekat.
14. Matahari Minor (2024)
Sebagai salah satu buku terbaru, Matahari Minor membawa pembaca ke babak baru dari petualangan dunia paralel. Banyak misteri yang perlahan mulai terjawab, tetapi juga menghadirkan pertanyaan baru.
15. ILY (2023)
Novel ini termasuk dalam jajaran serial Bumi, meski lebih berdiri sendiri. ILY memberikan warna berbeda dengan tema yang lebih personal dan emosional, namun tetap terkait dengan semesta dunia paralel.
16. Aldebaran (2024)
Setelah konflik dan perjalanan di Klan Matahari Minor, Raib dan Seli mendapati diri mereka terpisah—Seli jatuh sakit karena hilangnya kekuatan, sementara Raib terjebak dalam jarak emosi. Ali hadir kembali sebagai penengah, dan ketiganya berkumpul bersama dalam ketegangan yang tak terucapkan.
Baca Juga: Representasi Cinta dalam Novel Indonesia dari Masa ke Masa
17. Hana-Tara-Hata (2025)
Spin-off yang tak terduga ini mengangkat kisah Hana—wanita dengan kemampuan unik membaca alam sekitar. Ceritanya meliputi perjalanan hidup Hana dari masa kecil hingga usia ratusan tahun. Alur cerita maju-mundur memperdalam latar Klan Matahari sebelum kedatangan Raib dkk. Novel ini membuka plot twist mengejutkan yang menjadi kunci menghadapi tantangan ke depan, termasuk ekspedisi ke Aldebaran.
Serial Bumi karya Tere Liye bukan sekadar rangkaian novel fantasi, melainkan juga perjalanan penuh makna tentang persahabatan, pengorbanan, dan keberanian menghadapi tantangan. Dengan membaca sesuai urutan di atas, pembaca bisa menikmati perkembangan cerita tanpa kehilangan benang merah.
Jadi, kalau kamu baru ingin memulai, siapkan dirimu untuk menjelajah dunia paralel penuh kejutan dan nikmati sendiri pesona karya besar Tere Liye yang sudah memikat jutaan pembaca di Indonesia.
Baca Juga: Cinta, Kasta, dan Rahasia: Mengurai Konflik dalam Novel Bila Malam Bertambah Malam Karya Putu Wijaya
Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis