Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apakah Berolahraga Saat Perut Kosong Lebih Baik Membakar Lemak?

I
Berolahraga di Keadaan Perut Kosong
Berolahraga di Keadaan Perut Kosong

JP RADAR NGANJUK-Fenomena olahraga dalam kondisi perut kosong, atau yang populer disebut fasted cardio, semakin banyak diminati karena tujuannya sederhana: membakar lebih banyak lemak ketika tubuh tidak memiliki cadangan energi dari makanan.


Advertisement

Menurut Hello Sehat (2023), olahraga sebelum sarapan atau saat perut kosong dapat membuat kadar hormon insulin dalam tubuh rendah. Kondisi ini mendorong tubuh menggunakan cadangan energi berupa lemak sebagai sumber bahan bakar.

Secara teori, inilah yang membuat olahraga perut kosong dianggap lebih efektif untuk membakar lemak, karena tubuh lebih mudah memanfaatkan lemak tubuh ketika cadangan glikogen menurun setelah berjam-jam tidak makan.

Advertisement

Namun, meski oksidasi lemak lebih tinggi, penelitian menunjukkan bahwa perubahan total komposisi tubuh tidak signifikan bila dibandingkan dengan latihan setelah makan (Schoenfeld & Aragon, 2014).

Di sisi lain, artikel Halodoc (2022) menyebut bahwa olahraga perut kosong bisa menurunkan performa atau memicu lemas pada sebagian orang, terutama jika dilakukan dengan intensitas tinggi. Dengan demikian, efektivitas olahraga perut kosong sangat bergantung pada kondisi tubuh, jenis latihan, dan intensitasnya.

Sebelum memutuskan untuk mencoba olahraga perut kosong, penting untuk mengetahui kondisi dan tujuan latihan. Tidak semua orang cocok melakukannya, sehingga perlu menyesuaikan jenis, intensitas, dan kesiapan tubuh agar tetap aman dan efektif.

Olahraga perut kosong bisa dicoba bila:

  • Intensitas ringan hingga sedang, seperti jalan cepat, jogging santai, atau yoga.
  • Tujuannya lebih ke peningkatan metabolisme lemak dan kebugaran umum, bukan performa maksimal.
  • Asupan cairan cukup selama latihan.

Sebaliknya, hindari olahraga perut kosong bila:

  • Latihan bersifat berat atau berdurasi panjang.
  • Ada riwayat masalah gula darah rendah atau gangguan metabolik.
  • Tubuh terasa lemah atau lemas tanpa makanan.

Olahraga saat perut kosong memang meningkatkan pembakaran lemak selama sesi latihan, tetapi tidak otomatis menurunkan lemak tubuh lebih banyak dibanding olahraga setelah makan. Yang lebih penting adalah konsistensi berolahraga, kualitas nutrisi harian, dan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

 

Penulis: Redinta Rachma Ayshafa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar NganjukIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Alasan Aroma Hujan Bikin Nostalgia, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Alasan Aroma Hujan Bikin Nostalgia, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Kenapa aroma hujan bisa bikin nostalgia? Ini penjelasan ilmiah tentang geosmin, petrichor, dan hubungan bau dengan ingatan di otak manusia.

Tingkatkan Pelayanan Warga Kota Angi, DPRD Nganjuk Bahas Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

Tingkatkan Pelayanan Warga Kota Angi, DPRD Nganjuk Bahas Raperda tentang Sistem Kesehatan Daerah

DPRD Kabupaten Nganjuk  menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perkuat Pencegahan Penyakit, Fakultas Kedokteran Unusa Kenalkan Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan

Perkuat Pencegahan Penyakit, Fakultas Kedokteran Unusa Kenalkan Inovasi Herbal dan Edukasi Kesehatan

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit terus dilakukan melalui kegiatan edukasi kesehatan berbasis promotif dan preventif. Salah s

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer