NGANJUK, JP Radar Nganjuk- SMPN favorit di Kota Angin menjadi rebutan calon siswa baru. Terbukti, di hari pertama pendaftaran jalur prestasi, empat SMPN favorit langsung banjir pendaftar.
Bahkan, overload. Di SMPN 1 Kertosono misalnya, pendaftar jalur prestasi untuk Prioritas 1 (KK Kabupaten Nganjuk) mencapai 89 orang hingga pukul 17.26 WIB. Padahal, kuota untuk jalur prestasi akademik P1 hanya 60 siswa.
Artinya, ada 29 pendaftar akan terlempar. Sementara untuk P2 (KK luar Kabupaten Nganjuk), pendaftar 13 siswa.
Sedangkan, kuotanya hanya 11 siswa. Jadi, ada dua siswa yang akan terlempar. Jumlah itu sangat mungkin akan bertambah. Karena pendaftaran untuk jalur prestasi di tingkat SMPN dibuka hingga 19 April.
Hal yang sama terjadi di SMPN 1 Nganjuk. Untuk jalur prestasi akademik P1 yang hanya menyediakan kuota 50 siswa, pendaftar sudah mencapai 70 pendaftar.
Kemudian, P2 yang hanya ada kuota 2 sisa, pendaftar masih satu siswa. “Jalur prestasi akademik ini menggunakan nilai rapor dan ada SMPN yang menggunakan tes tulis sebagai tambahan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nganjuk Sopingi melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SMP Munawir.
Untuk tes tulis tersebut diserahkan disdik ke masing-masing SMPN yang menggelar. Persentasenya adalah 60 persen tes tulis dan 40 persen nilai rapor empat mata pelajaran, yaitu Matematika, IPA, IPS, dan Bahasa Indonesia. Sedangkan, untuk siapa yang lolos akan ditentukan dari ranking peserta setelah mengikuti tes.
Ironisnya, jika SMPN yang dianggap favorit masyarakat banjir pendaftar, kondisi berbeda 180 derajat dialami di SMPN yang tidak favorit. Di SMPN Satu Atap Sawahan, SMPN Satu Atap Lengkong, dan SMPN 1 Ngluyu belum ada pendaftar di hari pertama pendaftaran jalur prestasi.
“Semua pendaftaran SPMB SMPN dan SDN dilaksanakan secara online dan calon siswa baru bisa mendaftar di mana saja,” ungkap Munawir.
Selain pendaftaran jalur prestasi di SPMB tingkat SMPN, disdik juga menggelar SPMB tingkat SDN. Pendaftaran dilaksanakan secara online.
Ada empat jalur yang disediakan. Yaitu, jalur domisili, afirmasi, dan mutasi. “Semua pendaftaran SPMB di Kabupaten Nganjuk dilaksanakan secara online dan Rp 0,” tandas Munawir.
Terpisah, Ya, salah satu wali murid berharap, tes yang digelar SMPN di jalur prestasi akademik berlangsung fair, objektif, dan transparan. Jangan sampai ada permainan. “Jangan sampai ada soal bocor,” ingatnya.
Ya mengatakan, calon siswa baru telah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka telah belajar dan mengikuti try out. Untuk itu, panitia SPMB harus fair dan objektif. Sehingga, siapa yang lolos adalah yang terbaik. “Anak dan orang tua akan puas jika tesnya fair dan objektif,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira