MEMERAS OTAK: Salah satu siswa MIN 2 Nganjuk berpikir keras mengerjakan soal matematika di babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik tingkat SD/MI.
Penyisihan KKA SD/MI di Nganjuk
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Ribuan peserta Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) Jawa Pos Radar Kediri percaya diri. Saat mengerjakan soal di babak penyisihan, mereka optimistis bisa lolos ke grand final. “Soal Bahasa Indonesia, mudah-mudah. Hanya satu soal matematika yang saya lupa rumusnya,” ujar Bilqies Ufaira Zoenarto, siswi kelas VI SD Baitul Izzah.
Bagi Bilqies, kompetisi ini sangat penting untuk persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) nanti. Dia bisa mengetahui model soal TKA lewat KKA. “Banyak manfaatnya ikut KKA,” ujarnya.
Selain itu, Bilqies mengaku tampil di KKA menjadi sarana menambah jam terbang. Maklum, sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), dia sering ikut kompetisi.
Bahkan, tahun lalu ia meraih medali silver di ajang KSNR (Kompetisi Sains Nalaria Realistik). “Saya optimistis bisa lolos dari babak penyisihan,” ujarnya.
Selain Bilqis, ada puluhan siswa SD Baitul Izzah yang mengikuti babak penyisihan KKA hari ini. Mereka mengerjakan soal lewat ponselnya di Aula SD Baitul Izzah, Kelurahan Kauman, Kecamatan Nganjuk.
Sementara itu, puluhan siswa MIN 2 Nganjuk juga pede lolos ke grand final. “Proses login di aplikasi berjalan lancar,” ujar Kepala MIN 2 Nganjuk Ali Faisol kepada wartawan koran ini.
Sebelum pukul 11.00 WIB, seluruh peserta telah menyelesaikan tesnya. Kini pihak panitia tinggal melakukan proses perangkingan. Hingga selanjutnya dipilih pelajar yang masuk ke babak selanjutnya.
Menurut Ali, Kompetisi Akademik sangat bermanfaat bagi pelajar. Tentu alasan utamanya karena si pelajar dapat melakukan tes yang nyaris sama persis dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang akan digelar Maret mendatang.
Selain itu, pelajar dapat melatih dirinya untuk berkompetisi. Bagi Ali, mental pejuang dapat dilatih dengan hal sederhana. Salah satunya dengan mengikuti banyak kompetisi. “Menang itu hanya bonus. Yang paling penting adalah anak-anak belajar untuk berkompetisi,” tambahnya.
Meski demikian, Ali ingin juara kembali diraih oleh sekolah yang dipimpinnya. Karena seperti diketahui, pada Kompetisi Akademik edisi sebelumnya, MIN 2 Nganjuk mampu memborong predikat juara. Dia adalah Muhammad Raihan Abdullah. Selain posisi pertama, posisi kedua juga ditempati oleh siswa MIN 2 Nganjuk. Dia adalah Ramdhani Hayom Priambodo. (nov/wib/tyo)