Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BKMG), cuaca buruk masih akan terjadi hingga 10 Maret.
“Menurut prediksi, cuaca buruk masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan,” ujarnya.
Sutomo menjelaskan, saat ini, Kabupaten Nganjuk sedang memasuki masa peralihan. Yakni dari musim hujan ke kemarau. Selama masa itu, ada peningkatan aktivitas gangguan gelombang atmosfer Madden Jullian Oscillation (MJO), Low Frequency, dan Gelombang Rossby. Fenomena tersebut akan menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Ditambah hujan disertai petir dan angin kencang.
Sutomo mengimbau, masyarakat untuk selalu waspada dengan perubahan cuaca. Terlebih perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Biasanya perubahan tersebut terjadi dari kondisi panas lalu berubah tiba-tiba menjadi mendung.
“Perubahan cuaca yang tiba-tiba itu bisa menjadi tanda adanya cuaca buruk yang akan terjadi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sutomo meminta masyarakat yang bertempat tinggal di dekat lokasi curam, gunung, hingga tebing meningkatkan kewaspadaanya. Karena lokasi-lokasi tersebut rawan terjadi bencana alam dengan skala yang lebih besar.
Dikhawatirkan cuaca ekstrem di lokasi tersebut bisa menyebabkan bencana alam. Mulai dari tanah longsor, banjir bandang, pohon tumbang, dan masih banyak yang lainnya.
Selain itu, Sutomo juga mengimbau kepada masyarakat yang bertempat tinggal di sepanjang aliran Sungai Kuncir.
Karena ada kemungkinan aliran Sungai Kuncir yang kembali meluber. Menyebabkan banjir di beberapa titik di sepanjang sungai.
“Warga di sekitar bantaran sungai wajib waspada,” pungkasnya.
Editor : rekian