NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pengguna jalan yang melintas di Jembatan Embat-Embat di Kecamatan Pace, harus berhati-hati. Karena jembatan tersebut kembali diperbaiki. Padahal, perbaikan terakhir sudah dilakukan kurang dari satu tahun lalu.
Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini, Januari lalu, Jembatan Embat-Embat mendapat jatah perbaikan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Perbaikan dilakukan pada rangka ujung jembatan. Karena sebelum diperbaiki, aspal pada rangka tersebut rusak parah. Akibatnya, jalan menjadi berlubang dan bergelombang.
Jembatan yang sering rusak itu dikeluhkan oleh Katirin, 60, warga Pace. Dia mengeluhkan Jembatan Embat-Embat yang sering rusak. Padahal, nyaris setiap tahun, jembatan tersebut selalu diperbaiki. “Sekarang diperbaiki, sebentar lagi pasti kembali rusak,” keluhnya.
Katirin mengatakan, akibat jembatan berlubang, rumah di sekitar jembatan jadi terdampak. Terlebih, ketika ada kendaraan besar yang lewat. Saat kendaraan besar lewat, dipastikan ada getaran yang terjadi. Getaran tersebut mengakibatkan Katirin dan warga lainnya sering kaget.
Keluhan Katirin tidak hanya itu saja. Ada keluhan lain. Yaitu dirinya takut jika banyak terjadi kecelakaan akibat jalan yang berlubang. Karena ternyata banyak pemilik kendaraan, terutama sepeda motor, yang kaget ketika tahu ada jalan berlubang. “Semoga jalannya tidak rusak lagi. Tidak lagi ada perbaikan di tiap tahun,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Nganjuk Ony Supriyono mengatakan, perbaikan Jembatan Embat-Embat dilakukan oleh Pemprov Jatim. Karena memang jalan tersebut masuk ke jalur nasional. Penghubung antara Kabupaten Nganjuk dan Kediri.
Saat rusak, menurut Ony, banyak warga yang mengeluh ke Dinas PUPR. Keluhan itu lalu disampaikan ke Pemprov Jatim. Hingga terakhir, bulan ini, jembatan tersebut kembali diperbaiki. “Semoga tidak ada masalah lagi pada jembatan tersebut,” ujarnya singkat.
Sementara itu, dari pantauan koran ini, perbaikan kembali dilakukan pada rangka jembatan. Aspal pada rangka jembatan itu kembali terbuka. Mengakibatkan lubang pada jalan. Selama perbaikan, petugas membuat rekayasa arus lalu lintas. Hanya satu lajur jalan yang dibuka. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi