KENANGAN: Sini, bibi Marsinah menunjukkan foto Marsinah. Dia ingin pembunuh tertangkap.
Keinginan Keluarga Marsinah jelang Hari Pahlawan
Marsinah telah meninggal sejak tahun 1993. Sudah 32 tahun berlalu. Sayang, dalang pembunuhan pahlawan buruh asal Sukomoro itu belum terungkap. Hal ini membuat keluarga Marsinah masih penasaran.
KAREN WIBI-NGANJUK, JP Radar Nganjuk
Marsinah diusulkan menjadi pahlawan nasional tahun ini. Sebuah momentum yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Tidak terkecuali oleh anggota keluarga Marsinah yang masih hidup hingga saat ini. Namun ternyata hal itu tidak otomatis membuat keluarga puas. Masih ada pertanyaan yang terus menghantui pikiran satu per satu anggota keluarga Marsinah. Pertanyaan itu adalah ‘Siapa Pembunuh Marsinah?’.
Pertanyaan itu salah satunya terus ditanyakan oleh Sini, bibi Marsinah. Sejak Marsinah meninggal pada 1993 lalu, Sini terus bertanya-tanya. Siapa yang tega membunuh keponakannya itu. “Marsinah jadi pahlawan nasional? Tentu saya bangga. Tapi masih ada yang mengganjal. Siapa yang membunuh Marsinah?" ujar Sini dengan nada bertanya.
Sebagai informasi, Sini adalah bibi dari Marsinah. Dia adalah adik kandung dari Samini, ibu dari Marsinah. Sini sudah merawat Marsinah sejak usianya belum genap 12 tahun. Semuanya bermula ketika ibu Marsinah meninggal dunia setelah melahirkan adik Marsinah, yakni Wijiati. Kala itu usia Marsinah belum genap tiga tahun. “Marsinah itu tiga bersaudara. Marsini, Marsinah, dan Wijiati. Marsinah dan Wijiati itu saya yang merawatnya,” tambahnya sembari mengatakan perintah untuk merawat Marsinah dan Wijiati datang dari Puirah, orang tua Sini atau juga nenek dari Marsinah.
Sejak saat itu, hingga meninggal dunia, Marsinah dirawat oleh Sini. Bahkan hal itu yang membuat hubungan antara Sini dan Marsinah seperti hubungan ibu dan anak. “Marsinah sudah saya anggap seperti anak saya sendiri,” tambahnya.
Hingga pada 8 Mei 1993 Sini mendapat kabar yang menyayat hatinya. Marsinah meninggal. Kabar itu didapatnya dari seorang tetangga. Tak ingin percaya, Sini langsung berangkat ke salah satu rumah sakit di Nganjuk. Ternyata benar, jenazah yang ditemukan itu adalah Marsinah.
Hati Sini benar-benar hancur. Dirinya tidak tega mengetahui keponakannya itu meninggal dunia. Namun yang lebih menyayat hati, dari tahun 1993, tidak ada yang tahu persis siapa pembunuh Marsinah.
Sebenarnya kasus pembunuhan Marsinah sudah sempat naik ke meja hijau. Ada satu nama yang menjadi tersangka. Dia adalah Judi Santoso. Namun publik tak benar-benar percaya. Begitu juga dengan Sini dan anggota keluarga yang lain. “Keluarga tidak percaya dengan hasil persidangan waktu itu,” tandasnya.
Kini, di dalam kabar Marsinah akan menjadi pahlawan nasional, keluarga Marsinah masih terus menunggu. Mencari tahu siapa pembunuh Marsinah. Polisi diminta untuk mengungkap dalang pembunuhan pahlawan buruh itu. “Semoga bebarengan dengan Marsinah jadi pahlawan nasional, ada titik terang tentang jawaban siapa pembunuh Marsinah,” pungkasnya. (wib/tyo)