NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Pembangunan Jembatan Kutorejo di Kecamatan Bagor terus dikebut. Kemarin (18/11) pekerja mulai melakukan pengaspalan pada jembatan. Ditarget jembatan penghubung Kecamatan Bagor-Rejoso itu selesai akhir bulan ini.
Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Anugerah Dwi Pamungkas mengatakan, saat ini, para pekerja sedang fokus melakukan pengecoran jembatan dan dilanjutkan pengaspalan. “Sisi utara dan selatan jembatan sudah mulai diaspal. Sedangkan, untuk jembatan sedang dicor,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Pamungkas menjelaskan, saat ini, jembatan sudah terhubung. Para pekerja tinggal menyelesaian pekerjaan minor. Salah satunya adalah pengecoran jembatan. Proses pengecoran nyaris rampung. Sembari menunggu beton kering sempurna, pekerja mulai melakukan pengaspalan di sisi Utara dan Selatan jembatan.
Menurut Pamungkas, proses pengecoran hingga pengaspalan akan dirampungkan dalam beberapa hari ke depan. Setelah pengecoran rampung, jembatan sudah bisa dilalui oleh masyarakat. “Pejalan kaki bisa lewat setelah pengaspalan rampung,” tambahnya.
Di waktu yang bersamaan, pekerja juga menyelesaikan pekerjaan lain. Seperti membersihkan sisa-sisa bahan bangunan yang masih ada di lokasi. Ditambah petugas juga akan segera melakukan pengecetan pada jembatan.
Sebelumnya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan, pembangunan jembatan harus segera selesai. Ditarget jembatan akan rampung pada akhir November 2025. Harapannya, setelah selesai, masyarakat tidak perlu memutar. Karena diketahui, untuk menuju Bagor ke Rejoso dan sebaliknya, masyarakat memerlukan waktu sekitar 15 menit atau lebih. Dengan adanya jembatan, masyarakat tidak perlu memutar.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Kutorejo rusak pada Maret 2022 lalu. Jembatan tersebut mengalami ambles di bagian sisi utara. Salah satu penyebabnya adalah karena jembatan yang sering dilalui oleh kendaraan besar. Kendaraan tersebut sering lewat selama proses pembangunan Bendungan Semantok.
Setelah ambles, jembatan ditutup total. Lalu pada April 2022, jembatan tersebut diperbaiki untuk sementara. Jembatan bailey dibangun di sisi jembatan yang ambles. Selama itu, warga yang melewati jembatan itu harus bergantian. Penyebabnya karena jembatan bailey yang sempit. Beruntung di tahun ini, jembatan tersebut mendapat jatah perbaikan. Perbaikan tersebut dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi