Tak Ada Kepastian Perbaikan hingga Akhir Tahun 2025
Tak Ada Kepastian Perbaikan hingga Akhir Tahun 2025
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Jembatan Lama Kertosono mangkrak. Rencana perbaikan hanya sekadar rencana. Dipastikan hingga akhir tahun ini tidak akan ada perbaikan. Karena hingga kemarin (7/12) tidak ada kejelasan tentang nasib jembatan yang menghubungkan Kabupaten Nganjuk dengan Kabupaten Kediri itu.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Ony Supriyono mengatakan, hingga kemarin,
belum ada kepastian kapan jembatan akan diperbaiki atau dibangun kembali. “Sampai saat ini belum ada kepastian. Akibatnya, dipastikan jembatan tidak akan diperbaiki di tahun ini,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Padahal, sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk mendapat lampu hijau dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Karena November 2024, Menteri PU Dody Hanggodo sempat berkunjung ke jembatan. Bahkan proses pembongkaran jembatan sudah dilakukan pada awal tahun ini. Namun setelah jembatan dibongkar, para pekerja meninggalkan pekerjaan yang belum rampung.
Kini, menurut Ony, Pemkab Nganjuk sedang menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Bahkan permintaan untuk melakukan perbaikan jembatan sudah dilayangkan ke pemerintah pusat sejak Agustus. Namun hingga saat ini belum ada jawaban pasti dari pemerintah pusat. “Kami masih menunggu kemungkinan bantuan dari Bappenas dan Kementerian PU,” tambahnya.
Lalu kenapa Pemkab Nganjuk tidak melakukan perbaikan secara mandiri? Menanggapi pertanyaan itu, Ony mengatakan, Pemkab Nganjuk tak memiliki anggaran yang cukup besar untuk perbaikan jembatan. Ditambah jembatan tersebut memiliki lokasi antara Kabupaten Nganjuk dan Kabupaten Kediri. Alhasil wewenang perbaikan bisa diserahkan ke pemerintah provinsi atau pusat. “Semoga perbaikan dari pusat dapat segera dilakukan,” imbuhnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Lama Kertosono ambles pada 10 September 2024 lalu. Sisi jembatan yang ambles tersebut berada di sebelah barat. Penyebabnya adalah karena bangunan yang sudah terlalu tua.
Setelah ambles, kondisi jembatan semakin mengenaskan. Salah satunya karena rangka bawah yang terus tergerus aliran Sungai Brantas. Jika tidak segera diperbaiki dalam waktu dekat, jembatan tersebut dapat ambruk. (wib/tyo)