Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Pagi Ini Umat Tri Dharma Mandikan Patung Dewa

Karen Wibi • Jumat, 13 Februari 2026 | 14:50 WIB

PERSIAPAN IMLEK: Umat Tri Dharma membersihkan Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro. Pagi ini mereka memandikan patung dewa.
PERSIAPAN IMLEK: Umat Tri Dharma membersihkan Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro. Pagi ini mereka memandikan patung dewa.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tahun Baru Imlek tinggal menunggu hitungan hari. Seminggu jelang dimulainya perayaan Tahun Baru Imlek, umat Tri Dharma yang terdiri dari umat Konghucu, Taoisme, dan Buddha di Klenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro mulai melakukan pembersihan atau penyucian klenteng.

Ketua Kelenteng Hok Yoe Kiong Sukomoro Yang Cheng Wen mengatakan, mulai kemarin, umat Tri Dharma di Kelenteng Hok Yoe Kiong mulai melakukan pembersihan atau penyucian klenteng. “Pembersihan rencananya dilakukan selama dua hari. Mulai dari hari ini (Kemarin, Red) dan besok (Hari ini, Red),” ujarnya kepada wartawan koran ini. Pria yang juga akrab disapa Roy itu menjelaskan, proses pembersihan atau penyucian tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada hari tertentu. Sedangkan di tahun ini, proses pembersihan klenteng dilakukan seminggu sebelum Tahun Baru Imlek.

Sebelum melakukan pembersihan, umat Tri Dharma di klenteng melakukan sembahyang terlebih dahulu. Sembahyang Toa Pek Kong itu dilakukan pada Rabu malam (11/2). Sembahyang tersebut ditujukan untuk mengantar pada dewa yang ingin pergi ke kahyangan.

Pada hari pertama, pembersihan dilakukan untuk seluruh area klenteng. Para umat di klenteng membersihan kotoran-kotoran yang berada di tempat persembahyangan. Sedangkan di hari kedua, para umat baru melakukan pembersihan atau memandikan pada patung dewa. Caranya adalah dengan membasuh puluhan patung dewa. Terdiri dari 28 patung dewa dan dewi, serta 10 patung penjaga. Patung-patung itu dimandikan menggunakan air yang telah dicampur dengan bunga. “Air bunga dianggap memiliki energi positif,” tambahnya.

Rangkaian selanjutnya melakukan sembahyang Tian Kong. Sembahyang tersebut dilakukan pada malam sebelum tahun baru imlek. Yakni pada tanggal 16 Februari. Setelah itu, pada hari tahun baru imlek. Sembahyang dapat dilakukan di dua tempat. Yaitu di kelenteng atau di rumah. “Para umat Tri Dharma tidak diwajibkan sembahyang di kelenteng saat tahun baru Imlek,” tandasnya.

Lebih lanjut, nantinya, tujuh hari setelah Hari Raya Imlek, umat Tri Dharma di klenteng tersebut akan kembali melakukan sembahyang. Namanya sembahyang Ciek Shen. Tujuannya adalah untuk menyambut para dewa yang baru saja pulang dari kahyangan. (wib/tyo)

Editor : Karen Wibi
#nganjuk #imlek