NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Perbedaan penetapan awal Ramadan kembali terjadi. Warga Muhammadiyah memastikan menjalankan puasa hari ini (18/2). Sedangkan, Nahdlatul Ulama (NU) masih menunggu hasil hilal. Meski berbeda waktu, masyarakat di Kabupaten Nganjuk diimbau tetap menjaga toleransi dan kekhusyukan ibadah.
Ketua Takmir Masjid Al Muttaqin Nganjuk, Muhammad Amirudin memastikan, Bulan Suci Ramadan dimulai sejak hari ini. Salat tarawih dilaksankan tadi malam (17/2). “Besok (hari ini) sudah mulai puasa,” ujarnya.
Persiapan internal masjid juga telah dilakukan jauh hari. Jadwal imam tarawih disusun bergiliran setiap hari agar jamaah mendapat variasi sekaligus menjaga kekompakan pengurus. Selain tarawih, agenda ibadah Ramadan diperkuat dengan tadarus rutin setelah salat malam.
Tak hanya ibadah utama, kegiatan sosial turut menjadi perhatian. Setiap menjelang berbuka puasa, jamaah akan mendapat pengajian singkat atau kultum. Setelah itu dilanjutkan pembagian takjil yang sebagian disediakan pengurus masjid dan sebagian lain berasal dari sumbangan masyarakat.
“Setiap tahun selalu ada bagi takjil. Ada dari pengurus masjid, ada juga titipan warga yang ingin berbagi,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Nganjuk Moh Hasyim Afandi menyampaikan, warga NU masih menunggu hasil rukyatul hilal atau memantau hilal sebagai dasar penetapan awal puasa. Pemantauan hilal tidak dilakukan di daerah setempat karena keterbatasan lokasi.
Menurut Gus Hasyim, PCNU Nganjuk bekerja sama dengan daerah lain yang memiliki titik rukyatul hilal lebih representatif, seperti Gresik dan Tuban. “Kami menunggu hilal nanti sore. Karena di Nganjuk belum ada tempat khusus untuk melihat hilal, kami koordinasi dengan cabang lain,” jelasnya.
Gus Hasyim menegaskan bahwa perbedaan awal Ramadan bukan hal baru dan sudah menjadi dinamika umat Islam setiap tahun. Yang terpenting, masyarakat tetap menjaga persatuan serta menghormati keyakinan masing-masing.
Di sejumlah masjid dan musala, suasana Ramadan mulai terasa. Persiapan kebersihan tempat ibadah, pemasangan lampu tambahan, hingga penyusunan jadwal imam dan penceramah telah rampung. (nov/tyo)
Editor : Karen Wibi