JP Radar Nganjuk - Para peneliti baru-baru ini mengumumkan temuan menarik yang dapat menjadi indikasi kehidupan di luar tata surya kita.
Menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), tim ilmuwan dari Universitas Cambridge mendeteksi molekul organik, yaitu dimetil sulfida (DMS) dan dimetil disulfida (DMDS), di atmosfer exoplanet K2-18b, yang terletak sekitar 124 tahun cahaya dari Bumi.
Molekul ini menarik perhatian karena di Bumi, DMS terutama dihasilkan oleh aktivitas biologis, seperti oleh fitoplankton laut, sehingga keberadaannya di planet lain memicu spekulasi tentang kemungkinan kehidupan alien.
K2-18b adalah exoplanet yang mengorbit di zona layak huni bintang katai merah K2-18, di mana kondisi mungkin memungkinkan adanya air cair, salah satu syarat utama untuk kehidupan.
Penemuan ini bukanlah yang pertama; pada tahun 2023, tim yang sama melaporkan keberadaan uap air, metana, dan karbon dioksida di atmosfer planet ini, tetapi deteksi DMS dan DMDS pada pengamatan lanjutan di tahun 2024 memberikan sinyal yang lebih kuat.
“Ini adalah langkah besar dalam pencarian kehidupan di luar Bumi,” ungkap Nikku Madhusudhan, astrofisikawan dari Universitas Cambridge, seraya menekankan bahwa temuan ini adalah salah satu petunjuk paling menjanjikan yang pernah ditemukan.
Namun, komunitas ilmiah tetap berhati-hati. Beberapa ahli, seperti Matt Genge dari Imperial College London, menyatakan bahwa meskipun temuan ini menggembirakan, molekul seperti DMS bisa saja dihasilkan oleh proses non-biologis, seperti aktivitas geokimia di planet tersebut.
Selain itu, tingkat signifikansi statistik temuan ini baru mencapai tiga sigma, yang berarti masih ada kemungkinan kecil bahwa sinyal tersebut adalah kebetulan.
Untuk memastikan, diperlukan data tambahan dan analisis yang lebih mendalam, termasuk pengamatan lanjutan dengan JWST.
Proses verifikasi temuan ini memakan waktu bertahun-tahun, dengan tim peneliti menghabiskan dua tahun untuk memastikan bahwa sinyal DMS dan DMDS benar-benar berasal dari K2-18b, bukan gangguan instrumen atau fenomena kosmik lainnya.
Meski begitu, penemuan ini telah memicu antusiasme global dan memperbarui diskusi tentang potensi kehidupan di alam semesta.
Para ilmuwan berencana untuk melakukan eksperimen di Bumi guna mengeksplorasi apakah DMS dapat dihasilkan tanpa kehidupan, yang akan membantu memperkuat atau menyangkal interpretasi biologis dari temuan ini.
Penemuan di K2-18b menegaskan kekuatan teknologi JWST dalam menjelajahi dunia-dunia jauh dan membuka babak baru dalam astrobiologi.
Meskipun belum ada bukti pasti tentang kehidupan alien, temuan ini memperkuat keyakinan bahwa kita mungkin tidak sendirian di alam semesta.
Dengan misi eksplorasi masa depan yang menargetkan exoplanet serupa, harapan untuk menjawab pertanyaan kuno tentang kehidupan di luar Bumi semakin nyata.
Editor : Elna Malika